DetikNews
2018/06/23 16:15:08 WIB

Presiden Baru Turki Akan Punya Wewenang Eksekutif Lebih Kuat

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Presiden Baru Turki Akan Punya Wewenang Eksekutif Lebih Kuat Ilustrasi (Anadolu Agency)
Ankara - Pemilu Turki yang akan digelar 24 Juni besok sedikit berbeda dengan biasanya. Nantinya, Presiden Turki yang baru akan memiliki wewenang eksekutif yang lebih kuat dan luas, termasuk mengambil alih tugas seorang Perdana Menteri (PM) dalam menunjuk langsung menteri-menterinya.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (23/6/2018), wewenang eksekutif yang lebih kuat dan luas ini muncul setelah dalam referendum konstitusi tahun 2017 lalu, Turki memilih meninggalkan sistem parlementer dan berpindah ke sistem presidensial.

Referendum itu diajukan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menjabat sejak tahun 2014. Dalam argumennya saat itu, Erdogan perubahan dalam konstitusi diperlukan untuk membantu menangkal masalah keamanan dan ekonomi yang sedang dihadapi Turki.


Erdogan sebagai kandidat incumbent ditantang oleh lima calon presiden (capres) dari berbagai partai. Dua capres yang menonjol adalah Muharrem Ince dari partai oposisi utama, Partai Rakyat Republik (CHP) dan Meral Aksener yang satu-satunya capres wanita dari Partai Iyi.

Pilpres bisa berlanjut ke putaran kedua pada 8 Juli jika tidak ada capres yang meraup 50 persen suara dalam pilpres 24 Juni besok. Siapa saja yang menang pilpres nanti akan menikmati wewenang eksekutif yang lebih kuat itu.

Ada sejumlah aturan baru dari sistem presidensial yang sebagian mulai berlaku di Turki. Beberapa aturan dinilai mengkhawatirkan oleh sejumlah pengamat politik.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed