DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 11:54 WIB

Muharrem Ince, Eks Guru Fisika Jadi Rival Utama Erdogan di Pilpres

Novi Christiastuti - detikNews
Muharrem Ince, Eks Guru Fisika Jadi Rival Utama Erdogan di Pilpres Muharrem Ince (REUTERS/Osman Orsal)
FOKUS BERITA: Erdogan Menang
Ankara - Sosok Muharrem Ince yang menjadi salah satu calon presiden (capres) Turki disebut sebagai rival utama Presiden Recep Tayyip Erdogan. Kampanye yang digelar Ince dihadiri ratusan ribu pendukung dan tercatat sebagai kampanye oposisi terbesar di Turki dalam beberapa tahun terakhir.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (23/6/2018), lautan manusia memenuhi Alun-alun Gundogdu di sepanjang area tepi laut di kota Izmir pada Kamis (21/6) kemarin. Orang-orang datang untuk mendengarkan orasi Ince yang merupakan capres Partai Rakyat Republik (CHP), partai oposisi terbesar di Turki.

Pihak penyelenggara mengklaim ada 2,5 juta orang hadir dalam kampanye Ince di Izmir, Aegean, namun jumlah pastinya sulit untuk dikonfirmasi secara independen. AFP melaporkan, kampanye Ince di Ankara pada Jumat (22/6) kemarin, dihadiri oleh ratusan ribu orang.


Saat berbicara di hadapan pendukungnya, Ince melontarkan serangan kepada Erdogan. Dia bahkan menghina Erdogan sebagai 'pria yang tidak lagi punya mimpi' dan 'pria kesepian'.

"Erdogan sekarang adalah pria yang lelah. Pria kesepian. Seorang pria arogan yang memandang rendah rakyatnya," sebut Ince dalam kampanyenya.

Ince bahkan menyebut Erdogan sebagai 'Tarzan' karena kemampuannya melakukan 'mud-slinging', yakni memanfaatkan hinaan dan tudingan untuk merusak reputasi lawan. Ince juga menghina catatan akademis Erdogan.

"Dalam beberapa hari terakhir, Tarzan menghadapi masalah, dia melantur," ujar Ince merujuk pada Erdogan, seperti dilansir Reuters. "Kita tahu dia tidak punya ijazah universitas, tapi saya tak tahu apakah dia punya ijazah sekolah menengah," imbuhnya.


Ince yang mantan guru fisika dari Turki bagian barat laut ini, dikenal sebagai anggota parlemen CHP yang sangat vokal dan kritis. Tidak seperti kebanyakan politikus CHP yang datang dari kalangan elite yang berorientasi ke Barat, Ince datang dari sebuah keluarga muslim Sunni yang saleh.

Sosok Ince dinilai telah membuat semarak kampanye oposisi menjelang pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan anggota parlemen yang digelar 24 Juni besok. Ince dianggap memiliki karisma dan kemampuan menghadapi Erdogan, yang merupakan kandidat incumbent dan dijagokan menang.

Banyak pengamat meyakini Ince menjadi capres yang mampu memaksa Erdogan melanjutkan pertarungan di putaran kedua pada 8 Juli. Pilpres Turki akan berlanjut ke putaran kedua, jika tidak ada capres yang meraup 50 persen suara pemilih dalam pilpres 24 Juni.


Kendati demikian, para pengamat menilai Erdogan masih dijagokan menang di putaran kedua. Di luar wilayah pantai Aegean, Erdogan dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) masih memiliki dukungan besar khususnya di wilayah konservatif religius Anatolia.

Kemampuan Ince untuk mengalahkan Erdogan belum bisa diketahui pasti. Namun kecerdasan dan retorika bersemangat dinilai bisa membantu Ince mencuri suara dari kalangan pendukung Erdogan. Beberapa hari usai pencalonannya, Ince mengalahkan capres berpotensi lainnya, Meral Aksener, sebagai capres utama dari oposisi dan mengubah kampanye pilpres menjadi pertarungan dua capres antara dirinya dan Erdogan.

"Ince menjadi kandidat dari partai oposisi terbesar dan berusaha memposisikan dirinya sebagai kandidat terkuat bagi kelompok 'Bukan Erdogan'. Dia berusaha menarik perhatian dua kubu -- kubu sayap kiri dan kubu konservatif nasionalis. Dia perlu menggabungkan ini untuk sukses," sebut pengamat dari Yayasan Penelitian Kebijakan Ekonomi Turki, Selim Koru, seperti dilansir thenational.ae.


(nvc/rna)
FOKUS BERITA: Erdogan Menang
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed