DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 09:30 WIB

AS Tangguhkan 2 Program Latihan Militer dengan Korsel

Novi Christiastuti - detikNews
AS Tangguhkan 2 Program Latihan Militer dengan Korsel Ilustrasi (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Washington DC - Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) sepakat untuk menangguhkan dua program latihan militer. Penangguhan latihan ini dilakukan untuk batas waktu yang tidak ditentukan.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (23/6/2018), penangguhan latihan ini diumumkan oleh Pentagon atau Departemen Pertahanan AS pada Jumat (22/6) waktu setempat. Pengumuman disampaikan usai digelar pertemuan tingkat tinggi antara Menteri Pertahanan (Menhan) Jim Mattis, Menteri Luar Negeri (Menlu) Mike Pompeo, Pemimpin Kepala Staf Gabungan Joe Dunford dan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton.


Pentagon menyebut penangguhan latihan ini bertujuan untuk mendukung perundingan diplomatik dengan Korea Utara (Korut), usai pertemuan bersejarah antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-Un di Singapura, pekan lalu.

"Untuk mendukung penerapan hasil KTT Singapura dan dalam koordinasi dengan sekutu kami Republik Korea (Korsel-red), Menhan Mattis telah menangguhkan latihan-latihan tertentu untuk jangka waktu yang tak terbatas," ujar juru bicara Pentagon, Dana White, dalam pernyataannya.

"Ini termasuk menangguhkan FREEDOM GUARDIAN bersama dengan dua latihan Program Pertukaran Marinir Korea yang dijadwalkan akan digelar tiga bulan ke depan," imbuh White.


Dalam konferensi usai pertemuan bersejarah dengan Kim Jong-Un, Trump mengumumkan bahwa dirinya akan menghentikan latihan militer rutin AS dengan Korsel yang disebutnya 'sangat provokatif' dan mahal. Korut sejak lama menyerukan agar latihan gabungan itu diakhiri.

"Dalam mendukung perundingan diplomatik yang akan datang yang dipimpin oleh Menlu Pompeo, keputusan tambahan akan bergantung apakah DPRK (nama resmi Korut-red) terus melakukan perundingan dalam keyakinan baik," sebut White.

Awal pekan ini, AS dan Korsel menyatakan mereka menangguhkan rencana latihan Freedom Guardian yang akan digelar Agustus nanti. Tahun lalu, sekitar 17.500 tentara AS dan lebih dari 50 ribu tentara Korsel ikut serta dalam latihan Freedom Guardian, meskipun latihan ini kebanyakan fokus pada simulasi komputer daripada latihan lapangan.

Setiap musim semi, AS dan Korut menggelar latihan militer gabungan bernama Foal Eagle dan Max Thunder, yang sama-sama telah selesai digelar pada Mei lalu.


(nvc/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed