DetikNews
Jumat 22 Juni 2018, 11:17 WIB

Turki Akan Gelar Pemilu 24 Juni, Erdogan Ditantang 5 Capres

Novi Christiastuti - detikNews
Turki Akan Gelar Pemilu 24 Juni, Erdogan Ditantang 5 Capres Ilustrasi (Anadolu Agency)
FOKUS BERITA: Erdogan Menang
Ankara - Turki akan menggelar pemilihan presiden dan parlemen pada Minggu (24/6) mendatang. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, akan ditantang lima kandidat lainnya dalam pemilu kali ini.

Seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Jumat (22/6/2018), ada 56.322.632 pemilih terdaftar dalam pemilu Turki tahun ini. Sebanyak 180.065 kotak suara telah disebar ke berbagai wilayah Turki. Pemungutan suara akan dimulai pada Minggu (24/6) pagi, sekitar pukul 09.00 waktu setempat hingga pukul 17.00 waktu setempat.

Para pemilih yang ingin menggunakan hak suaranya harus menunjukkan kartu identitas atau dokumen identifikasi lainnya. Para pemilih dilarang masuk ke bilik suara sambil membawa kamera atau telepon genggam.


Nantinya, para pemilih akan memilih pada dua surat suara terpisah dalam amplop yang sama, satu untuk presiden dan satu lagi untuk parlemen. Begitu pemungutan suara berakhir, surat suara untuk kandidat presiden yang akan dihitung lebih dulu.

Mahkamah Tinggi Pemilu Turki (YSK) mengumumkan ada delapan partai politik yang berpartisipasi dalam pemilu parlemen kali ini. Delapan partai itu terdiri atas Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), Partai Rakyat Republik (CHP), Partai Demokratik Rakyat (HDP), Partai Free Cause (Huda-Par), Partai Good (IYI), Partai Pergerakan Nasionalis (MHP), Partai Felicity (Saadet) dan Partai Patriotik (Vatan). Empat partai terakhir baru saja terbentuk.

Dalam pemilu kali ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah Turki, partai-partai politik bisa membentuk aliansi dalam pemilu. AKP yang menaungi Erdogan telah berkoalisi dengan MHP dalam aliansi bernama Aliansi Rakyat. Sedangkan CHP, IYI dan Saadet membentuk Aliansi Bangsa.


Aturan baru dalam pemilu parlemen di Turki mengharuskan setiap aliansi partai meraup ambang batas 10 persen dari suara nasional untuk mengamankan kursi parlemen. Sebelumnya, setiap partai politik di Turki harus meraup 10 persen suara nasional untuk meraih kursi parlemen.

Dari delapan partai itu, ada enam kandidat presiden yang mencalonkan diri. Para kandidat itu terdiri atas Erdogan dari Aliansi Rakyat, kemudian Muharrem Ince dari CHP, Selahattin Demirtas dari HDP, Meral Aksener dari IYI, Temel Karamollaoglu dari Saadet, dan Dogu Perincek dari Vatan.

Erdogan yang merupakan kandidat incumbent, diketahui sudah menjabat Presiden Turki sejak tahun 2014. Sebelum itu, Erdogan menjabat Perdana Menteri Turki dari tahun 2003 hingga tahun 2014.


Ada sejumlah larangan yang diberlakukan otoritas Turki selama pemungutan suara berlangsung pada Minggu (24/6) nanti. Salah satunya, setiap media dilarang menyiarkan iklan politik, prediksi atau komentar soal pemilu sebelum pukul 18.00 waktu setempat. Kemudian antara pukul 18.00 hingga pukul 21.00 waktu setempat, media hanya diperbolehkan mempublikasikan pengumuman resmi soal pemilu dari YSK.

Larangan lainnya adalah minuman keras (miras) tidak boleh dijual mulai pukul 06.00 hingga pukul 00.00 waktu setempat. Konsumsi miras juga dilarang di tempat-tempat umum.


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Erdogan Menang
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed