DetikNews
Kamis 21 Juni 2018, 10:07 WIB

Rusia Sambut Gembira Keluarnya AS dari Dewan HAM PBB

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rusia Sambut Gembira Keluarnya AS dari Dewan HAM PBB Dubes AS untuk PBB Nikki Haley (Foto: REUTERS)
Moskow - Pemerintah Rusia menyambut gembira keluarnya Amerika Serikat dari keanggotaan Dewan HAM PBB. Rusia menyatakan, dengan keluarnya AS, badan PBB tersebut tak kehilangan apapun dan kini bisa beroperasi dengan lebih bebas.

"Saya tak bisa mengatakan bahwa dewan kehilangan sesuatu," kata Gennady Gatilov, perwakilan tetap Rusia di kantor PBB dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, Swiss, seperti dilansir media Press TV, Kamis (21/6/2018).

"Selain itu, saya berharap bahwa setelah keluarnya AS akan ada lebih sedikit politisasi, standar ganda dan konfrontasi," imbuhnya.




Pernyataan itu disampaikan setelah Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley mengumumkan keluarnya AS dari Dewan HAM PBB seraya menyebut badan PBB tersebut "munafik dan melayani kepentingan sendiri" serta "mengolok-olok hak asasi manusia".

Dalam jumpa pers bersama Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, Haley juga menuding Dewan HAM PBB sebagai "kubangan bias politik". Meski demikian, Haley menegaskan, "Saya ingin membuat ini sejernih mungkin bahwa langkah ini bukanlah kemunduran dari komitmen kami terhadap hak asasi manusia."

Senada dengan Haley, Pompeo menyebut Dewan HAM PBB sebagai "pembela HAM yang payah".

"Lebih buruk dari itu, Dewan HAM PBB menjadi wadah untuk melaksanakan kemunafikan tak tahu malu lantaran banyak pelanggaran hak asasi manusia terburuk di dunia diabaikan dan sejumlah pelanggar paling serius di dunia duduk di dewan," cetus Pompeo seperti dilansir BBC.




Keluarnya AS dari Dewan HAM PBB merupakan puncak dari perseteruan sejak tahun 2017. Saat itu, Haley menuduh badan PBB itu memiliki sikap "bias anti-Israel yang kronis" dan AS sedang mempertimbangkan kembali keanggotaannya.

Menurut Haley, sulit diterima bahwa ada sejumlah resolusi diloloskan untuk menentang Israel, namun tak ada satupun untuk Venezuela saat para demonstran tewas dalam konflik politik.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed