DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 15:58 WIB

Kasus Pembunuhan Model Mongolia di Malaysia Akan Dibuka Kembali

Novi Christiastuti - detikNews
Kasus Pembunuhan Model Mongolia di Malaysia Akan Dibuka Kembali Altantuya Shariibuu (thestar.com.my)
Kuala Lumpur - Kasus pembunuhan model Mongolia, Altantuya Shaariibuu, sekitar 12 tahun lalu di Malaysia yang masih menyisakan misteri, akan dibuka kembali. Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas mengisyaratkan penyelidikan kasus ini akan dilakukan kembali setelah bertemu ayah mendiang Altantuya.

Altantuya (28) tewas dibunuh di Malaysia tahun 2006 lalu. Dia diyakini ditembak mati sebelum jenazahnya diledakkan dengan peledak hingga hancur berkeping-keping di sebuah hutan dekat Subang Dam, Puncak Alam, Shah Alam. Dua mantan polisi Malaysia bernama Sirul Azhar Umar dan Azilah Hadri divonis mati atas pembunuhan ini. Namun pertanyaan soal motif dan siapa yang memerintahkan pembunuhan Altantuya tidak pernah terjawab.

Banyak dugaan menyebut Altantuya dibunuh terkait perannya sebagai penerjemah dan rekan Abdul Razak Baginda, mantan penasihat mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak, dalam perundingan pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan raksasa Prancis, DCNS tahun 2002. Pembelian kapal selam itu diduga kuat sarat penyuapan.


Seperti dilansir media Malaysia, The Star dan Malay Mail, Rabu (20/6/2018), ayah Altantuya, Dr Shaariibuu Setev, mengunjungi Malaysia pekan ini dalam rangka mencari keadilan bagi putrinya. Setev bertemu Jaksa Agung Tommy pada Selasa (19/6) waktu setempat. Pengacara keluarga Altantuya, Ramkarpal Singh, mengatakan Jaksa Agung Tommy memberikan isyarat 'positif' bahwa kasus pembunuhan ini akan kembali diselidiki setelah munculnya petunjuk baru.

"Kami optimistis bahwa isu soal motif, juga soal siapa yang memerintahkan pembunuhan Altantuya, akan diproses dan diselidiki lebih lanjut," ucap Ramkarpal kepada wartawan usai mendampingi ayah Altantuya bertemu Jaksa Agung Tommy.

"Orang-orang yang bertanggung jawab bisa dibawa ke pengadilan," imbuhnya. Selain bertemu Jaksa Agung Tommy, ayah Altantuya juga dijadwalkan bertemu Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad pada Rabu (20/6) ini.


Soal petunjuk baru, Ramkarpal mengakui dirinya tidak bebas mengungkapkannya ke publik. "Petunjuk-petunjuk itu campuran dari (petunjuk) yang lama dan yang baru. Ada cukup dasar agar kasus ini dibuka kembali," tegasnya.

Dituturkan Ramkarpal, Jaksa Agung Tommy tidak menyebut secara pasti kapan kasus akan dibuka kembali, namun memastikan tidak akan ada penundaan. "Kasus ini sudah berlalu selama 12 tahun, ini persoalan yang terkemuka sejak lama. Ini tidak akan tertunda lebih lanjut, itu yang diindikasikan kepada kami," sebutnya.

Ditambahkan juga oleh Ramkarpal bahwa ayah Altantuya menyerukan otoritas Malaysia untuk memeriksa mantan aide-de-camp atau ajudan kepolisian bernama Musa Safri yang ditugaskan mendampingi mantan PM Najib Razak saat pembunuhan terjadi. Menurut Ramkarpal, Musa tidak dipanggil sebagai saksi dalam kasus pembunuhan, padahal namanya disebut dalam laporan polisi saat itu.


Hal ini disampaikan Ramkarpal usai mendampingi ayah Altantuya ke markas Kepolisian Kuala Lumpur, untuk mengajukan laporan baru agar polisi kembali menyelidiki kasus pembunuhan putrinya. Disebutkan dalam laporan itu bahwa dalam persidangan kasus ini sebelumnya terungkap bukti yang menyebut Musa mengamankan rumah Abdul Razak saat dua pelaku pembunuhan tiba.

"Saya yakin jika bukan karena Musa, Azilah dan Sirul di rumah Razak pada malam itu, yang membawanya (Altantuya-red) pergi, dia kemungkinan besar akan masih hidup saat ini. Oleh karena itu, Musa merupakan saksi mata sangat krusial karena dia mampu memberikan informasi soal siapa yang menginstruksikannya mengamankan kedatangan Azilah dan Sirul dan untuk tujuan apa," sebut ayah Atlantuya dalam laporan itu.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed