DetikNews
Kamis 07 Juni 2018, 18:34 WIB

Penyakit Misterius, Staf Diplomatik AS Kembali Ditarik dari China

Novi Christiastuti - detikNews
Penyakit Misterius, Staf Diplomatik AS Kembali Ditarik dari China Ilustrasi (ebcitizen.com)
Beijing - Bertambah lagi staf diplomatik Amerika Serikat (AS) yang dievakuasi dari China akibat penyakit misterius. Penyebab penyakit misterius ini masih diselidiki.

Seperti dilansir AFP, Kamis (7/6/2018), Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa 'sejumlah individu' telah dipulangkan ke AS untuk menjalani evaluasi lebih lanjut, usai menjalani pemeriksaan awal di China. Namun jumlahnya tidak disebut lebih lanjut.

Tim medis khusus telah dikerahkan ke kota Guangzhou, China bagian selatan, setelah seorang staf diplomatik AS yang mendengar suara aneh didiagnosis menderita trauma otak. Insiden ini memicu ketakutan bahwa rival-rival AS mengembangkan semacam acoustic atau microwave device.


Sejumlah pejabat AS menyatakan bahwa gejala yang dialami staf diplomatik AS itu konsisten dengan penyakit yang dialami para diplomat AS di Kuba yang mengalami insiden serupa, tahun lalu. Departemen Luar Negeri AS menyatakan, setelah insiden pertama di Guangzhou, pemeriksaan kesehatan ditawarkan untuk setiap staf pemerintah AS dan anggota keluarganya di China yang meminta diperiksa.

"Pemeriksaan medis masih berlangsung untuk setiap personel yang mengalami gejala mengkhawatirkan atau ingin menjalani pemeriksaan dasar," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, dalam pernyataannya.

"Profesional medis AS akan terus melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencari tahu penyebab gejala-gejala yang dilaporkan dan apakah temuan-temuan itu konsisten dengan kasus pegawai pemerintah sebelumnya atau mungkin sama sekali tidak terkait," imbuhnya.


Tahun lalu, 24 diplomat AS dan keluarganya di Kuba menjadi korban 'serangan misterius' yang membuat mereka mengalami cedera yang mirip dengan trauma otak. Sebanyak 10 diplomat Kanada dan keluarganya juga mengalami penyakit aneh yang sama. Otoritas AS saat itu menegaskan bahwa pemerintah Kuba harus bertanggung jawab atas keselamatan setiap diplomat AS di wilayah mereka. Pemerintah Kuba sendiri menyangkal mengetahui serangan semacam itu terhadap diplomat AS.

Terkait kasus yang menimpa para diplomat dan staf serta keluarga mereka di China dan Kuba, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan pemerintah AS telah membentuk sebuah satuan tugas (satgas) khusus.

Departemen Luar Negeri AS mengimbau para diplomatnya untuk memberitahu staf medis jika merasakan gejala aneh yang diawali dengan 'sensasi auditori tak teridentifikasi'. "Gejala yang dilaporkan termasuk pusing, sakit kepala, tinnitus (telinga berdenging), kelelahan, isu kognitif, gangguan visual, keluhan telinga dan kehilangan pendengaran, serta sulit tidur," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.


Pemerintah China yang melakukan penyelidikan sendiri atas insiden ini, menyatakan temuan awal tidak menemukan petunjuk mengenai penyebab penyakit misterius ini. Saat berkunjung ke AS pada Mei lalu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan pihaknya 'belum menemukan organisasi atau individu tertentu yang melakukan serangan sonik semacam itu'.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed