DetikNews
Rabu 06 Juni 2018, 17:03 WIB

Jaksa Agung Malaysia: Tak Ada yang Ditutupi dalam Penyelidikan 1MDB

Novi Christiastuti - detikNews
Jaksa Agung Malaysia: Tak Ada yang Ditutupi dalam Penyelidikan 1MDB Tommy Thomas (thestar.com.my)
FOKUS BERITA: Najib Razak Ditangkap
Kuala Lumpur - Jaksa Agung Malaysia yang baru, Tommy Thomas, berjanji tidak akan ada yang ditutup-tutupi dalam penyelidikan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Tommy juga menyatakan penyelidikan 1MDB akan menjadi prioritas.

"Prioritas pertama dan segera dari pemerintah adalah semua persoalan berkaitan dengan 1MDB," ucap Tommy pada hari pertamanya menjabat Jaksa Agung Malaysia, seperti dilansir Reuters dan Malay Mail, Rabu (6/6/2018).

"Saya harus mempelajari dokumen-dokumen dalam skandal itu dan kami akan menggelar proses kriminal dan sipil di pengadilan kami terhadap setiap terduga pelanggar hukum," imbuh pria yang sebelumnya merupakan pengacara top Malaysia.

"Semuanya berkedudukan sama di depan hukum dan tidak ada pengecualian. Tidak akan ada yang ditutupi," tegas Tommy.


Setidaknya enam negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Singapura dan Swiss, sedang menyelidiki dugaan dana US$ 4,5 miliar yang diselewengkan dari 1MDB yang dibentuk mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak sejak tahun 2009. Najib sendiri telah beberapa kali ditanyai Komisi Antikorupsi soal dugaan aliran dana dari 1MDB.

Tommy menyatakan pihaknya akan segera menghubungi otoritas negara lain yang menyelidiki 1MDB. "Kami akan segera menghubungi mitra-mitra kami dan yurisdiksi lainnya untuk menyampaikan bantuan dan kerja sama penuh untuk mereka, dalam seluruh persoalan terkait 1MDB dengan tujuan mengembalikan ke Malaysia, dana miliaran (dolar AS) yang dicuri dari para wajib pajak," tuturnya.

Dalam keterangannya, Tommy juga mengungkapkan agenda lain yang menjadi perhatian Kantor Jaksa Agung (AGC). Agenda yang dimaksud antara lain menghapus kebijakan dan undang-undang yang bersifat menindas, seperti kebijakan pajak barang dan jasa (GST) juga Undang-undang Anti-hoax yang diberlakukan oleh pemerintahan sebelumnya di bawah Najib, kemudian mengkaji kontrak-kontrak asing.

"Pada bagian saya, saya berjanji untuk melakukan hal yang benar, yakni mengungkapkan kebenaran dan menegakkan keadilan. Keadilan tidak hanya harus ditegakkan tapi juga harus terlihat telah ditegakkan," ujarnya.


Tommy merupakan warga non-Melayu dan non-muslim pertama yang memegang jabatan Jaksa Agung dalam beberapa dekade terakhir. Penunjukan Tommy oleh PM Mahathir Mohamad sempat mendapat penolakan golongan Melayu. Pada Selasa (5/6), Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V memutuskan menunjuk Tommy sebagai Jaksa Agung, sesuai dengan nasihat Mahathir dan usai berkonsultasi dengan delapan sultan Malaysia lainnya.

Menanggapi penunjukannya yang sempat menuai penolakan, Tommy menjawab santai. "Kebebasan berbicara berarti setiap orang bisa mengkritik Anda, jadi saya senang jika semua orang mengkritik saya," ujarnya.


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Najib Razak Ditangkap
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed