DetikNews
Rabu 06 Juni 2018, 15:54 WIB

Gubernur Bank Negara Malaysia Mengundurkan Diri

Novi Christiastuti - detikNews
Gubernur Bank Negara Malaysia Mengundurkan Diri Muhammad Ibrahim (REUTERS/Issei Kato)
Kuala Lumpur - Gubernur Bank Negara Malaysia (BNM), Muhammad Ibrahim mengundurkan diri dari jabatannya. Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad telah menerima pengunduran diri ini.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (6/6/2018), Mahathir menyebut Muhammad Ibrahim telah mengajukan pengunduran diri padanya dan pengunduran diri itu telah diterima. Ditambahkan Mahathir, sosok pengganti Muhammad Ibrahim belum ditentukan.

"Kami belum memutuskan penggantinya karena kami perlu mendapatkan izin dari (Yang di-Pertuan) Agong sebelum kami bisa mengumumkannya," ucap Mahathir dalam konferensi pers terbaru yang digelar setelah rapat kabinet.


Mahathir menyatakan pemerintahannya akan bertemu Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V sesegera mungkin untuk membahas pengganti Muhammad Ibrahim.

Muhammad Ibrahim yang merupakan lulusan Harvard University ini, ditunjuk menjadi Gubernur BNM pada Mei 2016, menyusul pensiunnya Zeti Akhtar Aziz. Dia bergabung dengan BNM sejak tahun 1984 dan naik menjadi Deputi Gubernur BNM pada tahun 2010 sebelum menempati jabatan puncak.

Alasan pengunduran diri Muhammad Ibrahim tidak diungkapkan ke publik. Namun bulan lalu, Menteri Keuangan Lim Guan Eng menyebut dana hasil penjualan tanah oleh pemerintah Malaysia sebesar 2 miliar ringgit (Rp 6,9 triliun) yang masuk ke Bank Negara, digunakan untuk membayar kewajiban 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang diselimuti utang.


Muhammad Ibrahim membela keputusan membeli sebidang tanah itu, dengan menyebut transaksi dilakukan dengan memenuhi syarat pemerintah Malaysia.

Dalam memo kepada para pegawai BNM pada Rabu (6/6), Muhammad Ibrahim menegaskan bahwa persepsi penjualan tanah itu secara sengaja dimaksudkan untuk membantu penyelewengan uang negara melalui 1MDB adalah 'jelas tidak benar'.

"Saya bersiap untuk melepaskan jabatan saya jika saya tidak lagi memiliki kepercayaan dan dukungan kuat dari publik," ucap Muhammad Ibrahim dalam memo internal yang bocor ke internet.

"Saya tidak bisa, sesuai hati nurani, terus melanjutkan jika ini berdampak pada citra dan reputasi Bank (Negara Malaysia)," imbuhnya.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed