DetikNews
Kamis 31 Mei 2018, 18:31 WIB

Keluarga Pemilik Korean Air Diduga Gelapkan Pajak

Novi Christiastuti - detikNews
Keluarga Pemilik Korean Air Diduga Gelapkan Pajak Ilustrasi (BBC World)
Seoul - Jaksa Korea Selatan (Korsel) menggeledah kantor maskapai Korean Air Lines Co Ltd yang ada di Seoul. Penggeledahan dilakukan atas dugaan pengemplangan pajak, penggelapan dan pelanggaran kepercayaan oleh anggota keluarga pendiri maskapai itu.

Penggeledahan ini menjadi bagian penyelidikan paling luas terhadap sebuah perusahaan konglomerat atau chaebol yang dikendalikan keluarga kaya raya di Korsel.

Dilaporkan kantor berita Yonhap dan dilansir Reuters, Kamis (31/5/2018), kantor jaksa distrik Seoul Selatan mulai menyelidiki dugaan pengemplangan pajak setelah badan pajak bertanya apakah Pemimpin Korean Air Lines, Cho Yang-Ho, pernah membayar pajak untuk aset-aset di luar negeri yang merupakan warisan dari ayahnya.

Kantor jaksa Seoul juga tengah melacak aliran dana di kalangan anggota keluarga Cho dan rekan-rekannya.


Juru bicara Korean Air Lines menuturkan kepada Reuters bahwa penyidik dari kantor kejaksaan memang mendatangi kantor mereka. Namun juru bicara itu menolak menjelaskan lebih lanjut.

Beberapa waktu lalu, putri bungsu Cho, Cho Hyun-Min, memicu kemarahan publik setelah ketahuan berperilaku kasar terhadap koleganya. Cho Hyun-Min disebut melemparkan minuman saat sedang rapat dengan kolega periklanan.

Buntut dari insiden itu, keluarga besar Cho menjadi fokus penyelidikan otoritas Korsel yang kini dipimpin Presiden Moon Jae-In yang liberal.

Sebelum insiden Cho Hyun-Min, kakaknya, Heather Cho, yang merupakan putri sulung pemilik Korean Air Lines juga pernah terlibat insiden. Tahun 2014, Heather Cho dipenjara karena meminta seorang pramugari diturunkan dari pesawat setelah dia marah karena disajikan kacang dalam kemasan saat duduk di kabin first class.


Kasus terbaru dari keluarga Cho menyeret Lee Myung Hee, istri pemilik Korean Air Lines yang merupakan ibunda Cho Hyun-Min dan Heather Cho. Kepolisian Metropolitan Seoul dilaporkan sedang mengajukan surat perintah penangkapan untuk Lee, setelah keterangan 11 korban mengaku pernah dianiaya secara fisik maupun verbal olehnya.

"Keluarga ini tampaknya punya banyak masalah, karena satu penyelidikan mengarah pada penyelidikan lainnya, yang didukung testimoni para pegawai mereka," sebut profesor ekonomi dari Seoul National University, Park Sang-In.

Bulan ini, para pegawai Korean Air Lines menggelar unjuk rasa di Seoul yang menuntut Cho Yang-Ho mundur.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed