DetikNews
Senin 28 Mei 2018, 11:24 WIB

Menkeu Malaysia: Najib Harus Tanggung Jawab Atas Skandal 1MDB

Novi Christiastuti - detikNews
Menkeu Malaysia: Najib Harus Tanggung Jawab Atas Skandal 1MDB Najib Razak (REUTERS/Lai Seng Sin)
FOKUS BERITA: Nasib Najib Razak
Kuala Lumpur - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, diminta bertanggung jawab atas uang negara miliaran ringgit yang menghilang. Najib juga diminta menjelaskan berbagai transaksi mencurigakan senilai miliaran dolar ringgit yang tercatat terjadi semasa pemerintahannya.

Seperti dilansir Channel News Asia dan media Malaysia, Malay Mail, Senin (28/5/2018), dalam keterangan pers yang diberi judul 'Najib Razak harus ditindak dan bertanggung jawab atas skandal korupsi 1MDB', Menteri Keuangan (Menkeu) Malaysia, Lim Guang Eng, menjelaskan detail pembayaran 6,98 miliar ringgit (Rp 24,4 triliun) oleh Kementerian Keuangan (MoF) atas nama perusahaan investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Lim menegaskan bahwa pembayaran itu jelas merupakan pembayaran bailout terbesar oleh pemerintahan Malaysia sepanjang sejarah. Najib dalam pernyataan terpisah via Facebook menyatakan Lim salah besar jika menyebut pemerintah Malaysia telah membayar bailout untuk 1MDB.

"Tidak ada deskripsi lain bagi pembayaran sebesar 6,98 miliar ringgit oleh MoF atas nama 1MDB, selain menyebutnya sebagai bailout tunggal terbesar dalam sejarah yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia," tegas Lim dalam pernyataannya.


Lebih lanjut, Lim menyerukan agar Najib lebih menjelaskan sejumlah transaksi mencurigakan semasa pemerintahannya dari tahun 2009, yang melibatkan dana sebesar US$ 8,35 miliar atau 33 miliar ringgit (Rp 114,9 triliun).

"Daripada berdebat apakah pembayaran di atas merupakan bailout oleh MoF, akan lebih produktif bagi Datuk Seri Najib Raza untuk menjelaskan transaksi-transaksi berikut," imbuh Lim.

Dalam keterangannya, Lim merinci sejumlah transaksi seperti investasi US$ 1,83 miliar atau 7,3 miliar ringgit dengan PetroSaudi International Limited antara tahun 2009-2011, kemudian dana US$ 3,5 miliar atau 13,9 miliar yang digalang tahun 2012 untuk mengakuisisi aset pembangkit listrik, lalu dana US$ 3 miliar atau 11,9 miliar ringgit yang digalang tahun 2013 untuk diinvestasikan di Tun Razak Exchange (TRX).

Lim menyebut, dengan mengutip laporan Auditor General Malaysia bahwa dana pada transaksi itu tidak pernah digunakan sesuai tujuan sebenarnya.


Ditambahkan Lim, dana 6,98 miliar ringgit yang dibayar MoF untuk menutupi utang 1MDB juga tidak terkait dengan proyek real estate yang dijual 1MDB kepada sejumlah entitas terkait pemerintah Malaysia. Lim mementahkan komentar Najib bahwa pembayaran oleh MoF itu merupakan 'kompensasi' proyek real estate, termasuk TRX dan Bandar Malaysia, yang diklaim dikembangkan 1MDB.

"Mengapa MoF harus membayar kompensasi kepada 1MDB sebesar miliaran ringgit seperti dinyatakan Datuk Seri Najib Razak, ketika 1MDB sama sekali tidak melakukan pembangunan apapun di atas tanah itu?" tanya Lim.

"MoF akan bekerja secara erat dengan Komisi Khusus 1MDB yang dibentuk Perdana Menteri Dr Mahathir untuk mengungkap kebenaran sepenuhnya di balik 1MDB," tegas Lim. "Demi mengembalikan sebanyak mungkin dana yang hilang dan dicuri, juga sebisa mungkin melunasi utang dan defisit yang diciptakan pemerintahan Najib dan menghukum pihak yang bertanggung jawab atas skandal korupsi terburuk dalam sejarah Malaysia," tandasnya.


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Nasib Najib Razak
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed