DetikNews
Minggu 27 Mei 2018, 00:15 WIB

Bus Tabrak Traktor dan Truk di Uganda, 48 Orang Tewas

Jabbar Ramdhani - detikNews
Bus Tabrak Traktor dan Truk di Uganda, 48 Orang Tewas Ilustrasi kecelakaan (Foto: Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Kampala - Sebanyak 48 orang tewas akibat kecelakaan bus yang menabrak traktor dan truk di Uganda utara. Data ini dikeluarkan Palang Merah.

"Jumlah korban tewas sekarang 48 termasuk 16 anak-anak," kata juru bicara Palang Merah, Irene Nakasiita seperti dilansir AFP, Sabtu (26/5/2018).

Bus tersebut menabrak traktor yang dikemudikan tanpa lampu di malam hari hingga kemudian menabrak truk. Namun, polisi menyebut hanya ada 22 orang yang jadi korban.

"Tim evakuasi bekerja tanpa lelah untuk menyelamatkan yang cedera," kata juru bicara polisi Uganda, Emilian Kayima. Dia menambahkan ketiga pengemudi tewas dalam peristiwa itu.


Kayima mengatakan 22 orang telah tewas, termasuk tiga anak, dan 14 orang cedera. Dia mengatakan korban yang terluka telah diangkut ke Kampala dengan helikopter untuk perawatan.

Kecelakaan itu adalah salah satu yang paling mematikan di Uganda dalam beberapa tahun terakhir. Kecelakaan ini terjadi pada Jumat (25/5) malam di Kiryandongo, sekitar 220 kilometer arah utara ibu kota Kampala.

Bus itu berangkat dari kota Lira. Pertama-tama bus menabrak traktor dari belakang. Kemudian menabrak truk pengangkut bir.

Media setempat mengatakan jumlah korban tewas melebihi 30.


Uganda punya catatan buruk untuk keselamatan di jalan. Hal ini disebabkan buruknya kondisi kendaraan dan jalan serta mengemudi yang berbahaya.

Dalam periode 2015-2017, ada lebih dari 9.500 orang tewas dalam kecelakaan di jalan raya di negara itu. Menurut data Kementerian Transportasi situasi memburuk setiap tahun.

Sebuah laporan PBB tahun lalu mengatakan 10 orang tewas di jalan-jalan Uganda setiap hari. Kecelakaan di jalanan menelan biaya negara USD 1,2 miliar (sekitar satu miliar euro). Angka ini mencapai 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) Uganda

Pada tahun 2015, Presiden Yoweri Museveni secara pribadi memecat 900 pejabat yang bertanggung jawab atas pembangunan dan pembuatan jalan. Dia meminta pertanggungjawaban atas kondisi sarana transportasi yang buruk.
(jbr/bpn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed