DetikNews
Jumat 25 Mei 2018, 17:57 WIB

Saat Pejabat Kepolisian Tersenyum Soal Cokelat Najib yang Hilang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Saat Pejabat Kepolisian Tersenyum Soal Cokelat Najib yang Hilang Mantan PM Najib Razak mengeluhkan cokelat yang hilang dari rumahnya (Foto: REUTERS/Lai Seng Sin)
FOKUS BERITA: Nasib Najib Razak
Kuala Lumpur - Sebuah pertanyaan yang diajukan wartawan membuat Kepala Divisi Kejahatan Komersial Kepolisian Malaysia, Amar Singh tersenyum.

"Ada perkembangan soal cokelat yang hilang?" tanya wartawan dalam konferensi pers hari ini terkait perkembangan penyelidikan skandal mega korupsi 1MDB. Ditanyai seperti itu, Singh pun tersenyum.

Pertanyaan tersebut terkait komplain oleh mantan Perdana Menteri Najib Razak, yang mengeluhkan cokelat yang hilang dari dalam kulkas di rumahnya usai digeledah polisi pada 19 Mei lalu. Najib menuding beberapa polisi pasti telah mengambil cokelat tersebut saat melakukan penggeledahan.



Menjawab pertanyaan tersebut, Singh mengatakan pihaknya masih menunggu masuknya laporan ke kepolisian mengenai "cokelat yang hilang" tersebut. Para pengacara Najib pun diminta untuk membuat pengaduan resmi ke polisi.

"Berkaitan dengan cokelat yang hilang tersebut, beritahu kami dengan tepat siapa yang telah mengambil cokelat dan kami akan menyelidiki lebih lanjut," tutur pejabat kepolisian Malaysia itu seperti dilansir The Star, Jumat (25/5/2018).




Ditambahkan Singh, selama penggeledahan berlangsung, dirinya telah mengingatkan para polisi untuk melakukan penggeledahan secara profesional.

Singh mengatakan, sejak komplain soal cokelat itu muncul, dia telah mengeluarkan pernyataan pers yang menyerukan siapapun untuk maju membuat laporan resmi.

"Beritahu kami siapa yang mengambil cokelat dan kami akan menyelidikinya dari sana," tuturnya.

Keluhan Najib soal cokelat yang hilang tersebut, pertama kali diungkapkan oleh pengacaranya, Harpal Singh Grewal. Kepada wartawan, Harpal mengaku tidak tahu jenis cokelat apa yang dikeluhkan Najib. "Cokelat-cokelat itu penting untuk klien saya, yang meminta saya memasukkan hal itu ke dalam pernyataan ini," ucapnya saat itu.
(ita/ita)
FOKUS BERITA: Nasib Najib Razak
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed