DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 16:21 WIB

Korut Sebut Wapres AS Bebal dan Bodoh

Novi Christiastuti - detikNews
Korut Sebut Wapres AS Bebal dan Bodoh Mike Pence (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Pyongyang - Korea Utara (Korut) menyebut Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence 'bebal dan bodoh'. Komentar ini menanggapi pernyataan Pence yang memperingatkan pemimpin Korut Kim Jong-Un untuk tidak mempermainkan Presiden Donald Trump terkait rencana pertemuan keduanya.

Trump dan Kim Jong-Un telah dijadwalkan akan bertemu pada 12 Juni mendatang di Singapura. Pertemuan ini akan menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya pemimpin AS dan Korut bertemu langsung.

Dalam wawancara dengan Fox News awal pekan ini, Pence memperingatkan Kim Jong-Un bahwa akan menjadi 'kesalahan besar' untuk berupaya dan mempermainkan Trump. Pence juga menyebut Korut akan berakhir seperti Libya 'jika Kim Jong-Un tidak membuat kesepakatan'. Diketahui bahwa mantan pemimpin Libya, Muammar Khadafi, tewas dibunuh pemberontak yang didukung AS setelah menyerahkan senjata nuklir Libya.


Seperti dilansir AFP, Kamis (24/5/2018), Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son Hui, mengomentari peringatan Pence itu dalam pernyataan yang dirilis kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA).

"Saya tidak bisa menahan kekagetan saya pada pernyataan yang bebal dan bodoh semacam itu yang keluar dari mulut Wakil Presiden AS," ucap Choe seperti dikutip KCNA. "Kami tidak akan memohon AS untuk dialog maupun bersusah payah membujuk mereka (AS-red) jika mereka tidak ingin duduk bersama kami," imbuhnya.

Ditambahkan Choe, dirinya akan merekomendasikan kepada Kim Jong-Un untuk membatalkan rencana pertemuan dengan Trump, jika AS terus melontarkan ancaman.


Pekan lalu, komentar senada yang membandingkan Korut dengan Libya yang sebelumnya dilontarkan penasihat Keamanan Nasional Trump, John Bolton, memicu reaksi keras dan ancaman Korut untuk membatalkan rencana pertemuan dengan Trump.

"Apakah AS akan bertemu dengan kami di sebuah ruang rapat atau berhadapan dengan kami dalam konfrontasi nuklir-dengan-nuklir, sepenuhnya bergantung pada keputusan dan perilaku Amerika Serikat," imbuh Choe.

Awal pekan ini, Trump melontarkan keraguan soal rencana pertemuannya dengan Kim Jong-Un. Trump menyebut ada 'kemungkinan substansial' bahwa rencana pertemuan tidak berjalan sesuai rencana. Hal ini disampaikan Trump usai Korut mengancam akan membatalkan rencana pertemuan itu.


Dalam pernyataan terbaru pada Rabu (23/5) waktu setempat, Trump sedikit menghangat soal rencana pertemuan dengan Kim Jong-Un. "Soal (pertemuan di) Singapura, kita lihat saja. Itu bisa saja terjadi," ucapnya. "Apapun itu, kita akan tahu pekan depan," imbuh Trump.




Tonton juga video tentang "uji nyali Wapres AS diperbatasan Korea":

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed