DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 11:11 WIB

Xavier Justo, Whistleblower 1MDB Datangi Komisi Antikorupsi

Novi Christiastuti - detikNews
Xavier Justo, Whistleblower 1MDB Datangi Komisi Antikorupsi Xavier Andre Justo saat mendatangi kantor MACC di Putrajaya, Malaysia (REUTERS/Lai Seng Sin)
FOKUS BERITA: Najib Razak Ditangkap
Kuala Lumpur - Mantan Direktur PetroSaudi International, Xavier Andre Justo mendatangi kantor Komisi Antikorupsi Malaysia atau MACC. Justo yang warga negara Swiss ini, disebut sebagai whistleblower penting dalam skandal mega korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Seperti dilansir The Star, Kamis (24/5/2018), Justo tiba di kantor MACC sekitar pukul 09.00 waktu setempat, sebelum mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak tiba. Najib sendiri akan kembali dimintai keterangan terkait dugaan aliran dana dari unit perusahaan 1MDB.

Dilaporkan The Star, Justo mendatangi kantor MACC untuk bertemu Satuan Tugas (Satgas) Khusus 1MDB.


Dalam pernyataan terpisah pada Rabu (23/5) kemarin, salah satu anggota Satgas 1MDB, Abu Kassim, yang juga mantan Ketua MACC menyatakan pihaknya harus bertemu dengan Justo untuk membantu memfasilitasi penyelidikan skandal 1MDB.

The Star menyebut Justo sebagai whistleblower penting dalam mengungkap skandal 1MDB. Dokumen-dokumen yang dibocorkan Justo menjadi pemicu terbongkarnya praktik mega korupsi 1MDB, yang akhirnya membuat enam negara termasuk Amerika Serikat (AS) melakukan penyelidikan.

Dilaporkan media Singapura, Channel News Asia, bahwa pada September 2009, 1MDB pernah menjalin joint venture dengan PetroSaudi International yang merupakan perusahaan minyak swasta. Nilai joint venture itu mencapai angka US$ 2,5 miliar.


Pada Agustus 2015, Justo ditangkap dan dijatuhi vonis 3 tahun penjara oleh pengadilan Thailand atas dakwaan mencuri informasi dari PetroSaudi International. Diketahui bahwa Justo keluar dari PetroSaudi International tahun 2011. Informasi yang dicurinya itu diduga juga terkait 1MDB.

Dalam persidangan saat itu, Justo mengaku dirinya ditawari uang US$ 2 juta untuk membagi data yang dicurinya itu, namun dia tidak pernah dibayar. Justo menyebut ada sebuah kelompok asal Malaysia yang tak disebut namanya yang pertama menawarinya uang.

Setahun kemudian, atau pada Agustus 2016, Justo mendapat royal pardon dari mendiang Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, karena dianggap menjadi 'narapidana yang sangat baik'. Vonis 3 tahun penjara yang diterima Justo dikurangi menjadi sepertiganya saja. Royal pardon diberikan bertepatan dengan perayaan 70 tahun bertakhtanya Raja Bhumibol dan ulang tahun Ratu Sirikit.


Saat Justo dipenjara, atau pada Oktober 2015, Kepolisian Thailand sempat memberi izin kepada Kepolisian Malaysia untuk menanyai Justo. Saat itu, Justo ditanyai soal konspirasi penggulingan pemerintahan Najib.



Tonton juga 'Malaysia Geber Pemeriksaan Najib':



(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Najib Razak Ditangkap
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed