DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 10:23 WIB

Najib Serukan Pemerintah Tak Memfitnah dan Menyalahkan Dirinya

Novi Christiastuti - detikNews
Najib Serukan Pemerintah Tak Memfitnah dan Menyalahkan Dirinya Najib Razak (REUTERS/Lai Seng Sin)
FOKUS BERITA: Nasib Najib Razak
Kuala Lumpur - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengingatkan pemerintahan baru Malaysia di bawah PM Mahathir Mohamad untuk mengutamakan rakyat dan negara, bukannya memfitnah dan menyalahkan dirinya untuk situasi ekonomi Malaysia saat ini.

Seperti dilansir media Malaysia, Malay Mail, Kamis (24/5/2018), komentar itu disampaikan Najib via akun Facebook-nya pada Rabu (23/5) malam waktu setempat. Najib meminta koalisi pemerintahan Pakatan Harapan (PH) di bawah Mahathir untuk tidak membuat klaim-klaim sama seperti saat masih menjadi oposisi.

"Sementara Anda mungkin ingin memfitnah dan melimpahkan semua kesalahan pada saya untuk memberi persepsi soal posisi keuangan mengerikan, demi membenarkan mengapa Anda tidak bisa memenuhi manifesto janji-janji dan untuk secara besar-besaran memotong layanan sipil, Anda harus ingat bahwa negara dan rakyat kita harus diutamakan," sebut Najib dalam pernyataannya.

"Anda juga bisa merilis pernyataan menyesatkan soal 1MDB atau memberitahu separuh kisah soal 1MDB untuk menyalahkan saya, tapi waktu untuk bermain politik telah berakhir," imbuh Najib, merujuk pada perusahaan investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang dilanda korupsi.


Tidak disebut lebih lanjut siapa sosok 'Anda' yang dimaksud Najib dalam pernyataan yang berjudul 'Narasi Politik atau Fakta?' ini. Namun pada awal pernyataan, Najib menyebut jabatan Menteri Keuangan dan Perdana Menteri, yang kini dijabat Lim Guan Eng dan Mahathir Mohamad.

Pernyataan Najib ini menanggapi klaim pemerintahan Mahathir bahwa utang pemerintah Malaysia sekarang mencapai 65 persen dari Produk Domestik Bruto (GDP), atau tepatnya berada di angka 1 triliun ringgit (Rp 3.542 triliun).

Disebutkan Najib bahwa klaim itu memicu gejolak di pasar finansial, membuat waspada badan peringkat kredit dan menggoyang kepercayaan diri para investor. Najib mengklaim balik bahwa utang Malaysia sebenarnya mendekati 50,9 persen. Angka ini sebelumnya disebut tak akurat oleh Mahathir.


Najib juga menyebut bahwa pernyataan dari para pejabat koalisi pemerintahan PH membuat KL Composite Index anjlok dan akan berdampak pada Employees Provident Fund (EPF) dan Permodalan Nasional Bhd (PNB).

"Penurunan akan berdampak pada lebih tingginya pembiayaan utang sebesar 10 miliar per tahun untuk negara kita dan mungkin berdampak pada bank-bank kita yang telah meminjam dari pasar-pasar internasional yang akan mengalami kerugian," sebutnya.

"Ini mungkin juga berdampak pada aliran modal secara besar dari para investor asing dan menyebabkan ringgit kita melemah," imbuh Najib.


Awal pekan ini, Mahathir menyalahkan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Najib atas utang negara yang mencapai 1 triliun ringgit. Pekan ini, pemerintahan Mahathir mengumumkan sejumlah langkah penghematan, termasuk pemangkasan gaji para menteri kabinet sebesar 10 persen dan penutupan sejumlah lembaga pemerintah.

Video 20Detik: Sederet Perhiasan Mewah Istri Najib Razak

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Nasib Najib Razak
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed