DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 11:55 WIB

Usai Bebas, Anwar Ibrahim Akan Istirahat dan Kunjungi Teman

Novi Christiastuti - detikNews
Usai Bebas, Anwar Ibrahim Akan Istirahat dan Kunjungi Teman Anwar Ibrahim usai resmi bebas (REUTERS/Lai Seng Sin)
FOKUS BERITA: Kabinet Mahathir
Kuala Lumpur - Usai bebas dari penjara, Anwar Ibrahim akan beristirahat dan mengunjungi teman-teman lamanya. Proses kembalinya Anwar ke parlemen Malaysia disebut baru akan dimulai setelah Idul Fitri mendatang yang jatuh pada pertengahan Juni.

Dituturkan pengacara Anwar, Sivarasa Rasiah, seperti dilansir The Star, Rabu (16/5/2018), bahwa kemungkinan Anwar akan menghabiskan waktu beberapa hari untuk beristirahat dan mengunjungi teman-temannya di dalam juga luar negeri.

"Mungkin dalam enam pekan, setelah Hari Raya (Idul Fitri), kita akan memulai proses mengembalikannya (Anwar-red) ke parlemen," tutur Sivarasa kepada wartawan usai Anwar resmi dibebaskan dari penjara.

Anwar resmi bebas pada Rabu (16/5) siang, setelah Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V mengabulkan pengampunan penuh terhadapnya. Anwar keluar dari Cheras Rehabilitation Hospital, tempat dia dirawat usai operasi bahu, pukul 11.30 waktu setempat. Dia terus tersenyum dan melambaikan tangan ke para pendukungnya yang menunggu sejak pagi. Kepada wartawan, Anwar hanya memberi jempol, tanpa berkomentar.


Dari rumah sakit, Anwar bergegas menuju Istana Negara untuk memenuhi undangan bertemu Yang di-Pertuan Agong.

Sivarasa menegaskan bahwa Anwar tidak hanya bebas secara fisik, tapi juga bebas untuk terjun kembali ke politik. Royal pardon atau pengampunan penuh dari Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V secara resmi menghapus seluruh hukuman pidana yang pernah dijatuhkan kepada Anwar.

"Badan Pengampunan telah menyerahkan rekomendasi kepada Agong yang sepakat untuk memberikan pengampunan penuh kepada Anwar. Dia tidak hanya bebas secara fisik, tapi juga bebas untuk berpartisipasi dalam politik negara ini, karena vonis-vonis sebelumnya telah dihapus," sebutnya.

Anwar yang merupakan pemimpin de-facto Partai Keadilan Rakyat (PKR) menjalin koalisi dengan mantan rivalnya, Mahathir Mohamad, dalam pemilu 9 Mei lalu. Koalisi Pakatan Harapan yang menaungi keduanya sukses melengserkan koalisi Barisan Nasional yang berkuasa selama enam dekade.


Pemerintahan baru Malaysia yang kini dipimpin Mahathir mengupayakan royal pardon bagi Anwar untuk membuka jalan baginya menuju kursi PM Malaysia. Dalam sejumlah pernyataan, termasuk yang terbaru pada Selasa (15/5) kemarin, Mahathir menyatakan dirinya hanya akan menjabat selama 1-2 tahun sebelum mundur untuk memainkan peran di belakang layar.

Diimbuhkan pemimpin berumur 92 tahun itu, setelah Anwar bebas, dia harus berupaya mendapatkan sebuah kursi di parlemen dan kemudian mungkin akan mendapatkan posisi di kabinet. Mahathir menambahkan, Anwar akan memainkan peran yang sama dengan para pemimpin tiga partai lainnya di koalisi mereka.


(nvc/bpn)
FOKUS BERITA: Kabinet Mahathir
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed