DetikNews
Selasa 15 Mei 2018, 16:49 WIB

PM Mahathir Yakin Najib Bisa Didakwa dalam Waktu Dekat

Novi Christiastuti - detikNews
PM Mahathir Yakin Najib Bisa Didakwa dalam Waktu Dekat Najib Razak dan Mahathir Mohamad (REUTERS/Olivia Harris dan REUTERS/Lai Seng Sin(R)/File Photos)
Kuala Lumpur - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, meyakini jaksa akan mampu membangun kasus yang kuat terhadap eks PM Najib Razak terkait skandal mega korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Mahathir menyebut Najib bisa didakwa dalam waktu dekat.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Selasa (15/5/2018), hal itu diungkapkan PM Mahathir saat berbicara via video konferensi dengan Rapat Dewan CEO Wall Street Journal di Tokyo, Jepang.

"Kami perlahan mencapai akar persoalan dan banyak pejabat senior kami yang menyerahkan informasi dengan didampingi, tentu, dokumen-dokumen," sebut Mahathir.

"Kami kira dalam jangka waktu dekat kami akan mendapatkan kasus melawannya (Najib-red), kami akan bisa mendakwanya," ucapnya.


Ditambahkan PM Mahathir bahwa dirinya sedang menghadapi persoalan dalam 'berusaha mempercayai orang-orang untuk menyelidikinya (Najib)'.

"Beberapa dari orang-orang ini pernah bersamanya (Najib-red), pernah memihaknya dan kita tidak tahu siapa yang akan loyal pada pemerintahan baru ini," ungkap Mahathir.

Dalam forum ini, PM Mahathir juga ditanya lebih lanjut apakah dirinya bersedia mencapai kesepakatan untuk mengampuni Najib, jika dia menawarkan informasi yang bisa mengembalikan dana US$ 4,5 miliar atau 18,19 miliar ringgit (Rp 62,1 triliun) milik 1MDB yang hilang misterius.

"Tidak ada kesepakatan," tegas PM Mahathir.


Sebelumnya, PM Mahathir telah memerintahkan pencegahan ke luar negeri bagi Najib dan istrinya, Rosmah Mansor. Pencegahan ke luar negeri diberlakukan Departemen Imigrasi Malaysia sejak Sabtu (12/5) lalu, setelah Najib menuturkan akan liburan singkat ke luar negeri dengan keluarganya.

Najib lengser dari jabatan PM Malaysia yang dipegangnya sejak tahun 2009, setelah koalisi Barisan Nasional (BN) yang dipimpinnya kalah dari koalisi Pakatan Harapan (PH) yang dipimpin Mahathir. Usai menang pemilu dan dilantik menjadi PM Malaysia, Mahathir berjanji untuk menyelidiki skandal korupsi 1MDB dan menindak tegas setiap pihak yang terlibat.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed