DetikNews
Senin 14 Mei 2018, 19:23 WIB

Badan Pengampunan Rapat 16 Mei, Pembebasan Anwar Ibrahim Ditunda

Novi Christiastuti - detikNews
Badan Pengampunan Rapat 16 Mei, Pembebasan Anwar Ibrahim Ditunda Anwar Ibrahim dalam foto tahun 2013 (REUTERS/Bazuki Muhammad/File Photo)
FOKUS BERITA: Kabinet Mahathir
Kuala Lumpur - Pembebasan tokoh oposisi Anwar Ibrahim diperkirakan mengalami penundaan. Badan Pengampunan Malaysia baru akan menggelar rapat membahas pembebasan Anwar Ibrahim pada 16 Mei.

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (14/5/2018), Perdana Menteri Mahathir Mohamad menuturkan bahwa Anwar Ibrahim baru akan bebas pada Rabu (16/5) mendatang. Informasi ini berbeda dengan keterangan putri Anwar Ibrahim, Nurul Izzah, yang meyakini ayahnya bebas pada 15 Mei besok.

Hal senada diungkapkan Direktur Komunikasi Parti Keadilan Rakyat (PKR), Fahmi Fadzil, seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star. "Kami telah menerima kabar terbaru dari Departemen Perdana Menteri yang mengatakan Badan Pengampunan akan rapat pada 16 Mei," sebutnya.


Anwar Ibrahim merupakan pemimpin de-facto PKR. Selama dia dipenjara, Wan Azizah Wan Ismail yang merupakan istri Anwar Ibrahim mengambil alih kepemimpinan PKR. Sedangkan putrinya, Nurul Izzah, menjabat sebagai Wakil Presiden PKR.

"Dengan demikian, setiap program terkait pembebasan Datuk Seri Anwar Ibrahim akan ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut," imbuh Fahmi.

Dilaporkan kantor berita Bernama sebelumnya, bahwa Nurul Izzah menyebut Badan Pengampunan akan rapat pada Selasa (15/5) besok untuk membahas pengampunan kerajaan atau royal pardon bagi ayahnya.


Tahun 2015, Anwar Ibrahim divonis 5 tahun penjara setelah Pengadilan Federal memperkuat vonis bersalah atas kasus sodomi. Dia sebenarnya dijadwalkan bebas lebih cepat pada 8 Juni mendatang, namun tanpa royal pardon, Anwar Ibrahim tidak akan bisa terjun ke dunia politik selama 5 tahun ke depan.

Pada Jumat (11/5) lalu, PM Mahathir mengungkapkan bahwa Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V menyatakan kesediaan untuk memberikan pengampunan penuh dan segera kepada Anwar Ibrahim.

"Ini adalah pengampunan penuh, yang berarti dia tidak hanya diberi pengampunan tapi juga akan segera dibebaskan," ucap PM Mahathir saat itu.


(nvc/nkn)
FOKUS BERITA: Kabinet Mahathir
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed