DetikNews
Senin 14 Mei 2018, 18:10 WIB

Mahathir Bertekad Selidiki Banyak Kesalahan Pemerintahan Najib

Rita Uli Hutapea - detikNews
Mahathir Bertekad Selidiki Banyak Kesalahan Pemerintahan Najib Mahathir Mohamad (Foto: REUTERS/Stringer)
Kuala Lumpur - Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad bertekad akan menyelidiki kesalahan-kesalahan yang dilakukan pemerintahan sebelumnya di bawah pimpinan Najib Razak. Semua kementerian pun telah diperintahkan untuk tidak memusnahkan dokumen apapun.

Mahathir mengumumkan bahwa dirinya akan menunjuk ketua komisi antikorupsi yang baru dan mengganti jaksa agung Mohamed Apandi Ali yang telah menyatakan mantan PM Najib Razak tak melakukan kesalahan terkait skandal mega korupsi badan investasi negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Najib mendirikan 1MDB pada tahun 2009 dan sebelumnya menjabat sebagai kepala dewan penasihat 1MDB.


Ketika ditanya wartawan mengenai kejahatan-kejahatan lainnya, Mahathir berujar: "Kita tak bisa melakukan semuanya bersamaan di satu waktu."

"Kita butuh waktu. Ada banyak kesalahan yang dilakukan pemerintahan sebelumnya, namun kita tak bisa melakukan semuanya dalam satu hari, jadi Anda harus bersabar," imbuh Mahathir seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (14/5/2018).


Mahathir yang pernah menjadi PM Malaysia mulai 1981 hingga 2003, membawa koalisi oposisinya mengalahkan Barisan Nasional dalam pemilihan umum pekan lalu. Kemenangan Mahathir menyebabkan tergulingnya koalisi Barisan Nasional yang telah berkuasa di Malaysia selama enam dekade.

Sebelumnya, Ketua Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) Dzulkifli Ahmad mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri ini diajukan pada hari pertama pemerintahan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad.

Seperti dilansir kantor berita Bernama dan media lokal Malaysia, The Star, Senin (14/5/2018), Dzulkifli (52) menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Kepala Sekretaris Pemerintahan, Dr Ali Hamsa, pada Senin (14/5) pagi waktu setempat. Alasan pengunduran diri tidak diungkapkan ke publik.

Masa jabatan Dzukifli harusnya baru berakhir pada 31 Juli 2021 mendatang. Dzukifli ditunjuk menjadi Ketua MACC pada Agustus 2016 di bawah pemerintahan eks PM Malaysia Najib Razak. Dia ditunjuk menjadi Ketua MACC menggantikan Abu Kassim Mohamed.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed