DetikNews
Senin 14 Mei 2018, 12:45 WIB

Penikaman di Paris, Polisi Selidiki Latar Belakang Pria Chechnya

Novi Christiastuti - detikNews
Penikaman di Paris, Polisi Selidiki Latar Belakang Pria Chechnya Polisi Prancis berjaga di lokasi penikaman di Paris yang terjadi Sabtu (12/5) malam (REUTERS/Reuters TV)
Paris - Kepolisian Prancis sedang menyelidiki latar belakang pelaku penikaman fatal di Paris. Pelaku yang berusia 21 tahun tewas ditembak polisi, usai menewaskan satu pria dan melukai empat orang lainnya.

Serangan penikaman di distrik Opera, Prancis itu terjadi pada Sabtu (12/5) malam waktu setempat. Banyak terdapat restoran, kafe dan gedung opera Palais Garnier di distrik tersebut.

Pelaku awalnya menikam sejumlah pejalan kaki, sebelum berlari mendekati seorang polisi sambil berteriak 'Saya akan membunuhmu, saya akan membunuhmu'. Beberapa saat kemudian, pelaku ditembak sejumlah polisi lainnya.


Pelaku dilaporkan berteriak 'Allahu akbar' saat melakukan penikaman secara membabi buta. Pelaku menikam seorang pria berusia 29 tahun hingga tewas dan melukai 4 orang lainnya, termasuk seorang warga China dan warga Luksemburg. Pelaku akhirnya tewas ditembak polisi Prancis.

Seperti dilansir Reuters, Senin (14/5/2018), sumber kehakiman Prancis dan media lokal menyebut pelaku bernama Khamzat Azimov. Pelaku disebut sebagai warga negara Prancis kelahiran Chechnya. Pelaku memegang status kewarganegaraan Prancis setelah ibunya mendapatkan status warga negara Prancis tahun 2010.

Diungkapkan juru bicara pemerintah Prancis, Benjamin Griveaux, sejak tahun 2016, pelaku masuk dalam daftar pengawasan antiterorisme sebagai tersangka yang diduga radikal dan mengancam keamanan nasional.


Kelompok radikal, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan penikaman ini, namun tidak memberi bukti. Griveuax menyebut klaim ISIS belum diverifikasi sepenuhnya.

Sumber-sumber kehakiman Prancis menyebut orang tua pelaku dan seorang temannya telah ditahan untuk diinterogasi. Teman pelaku ditangkap di Strasbourg. BFM TV menyebut pelaku telah sejak lama tinggal di Strasbourg sebelum pindah ke Paris, tahun lalu.

Motif penikaman ini belum diketahui pasti. Unit antiterorisme di kantor jaksa Paris tengah menyelidiki insiden ini.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed