DetikNews
Sabtu 12 Mei 2018, 23:06 WIB

Segera Bebas, Siapkah Anwar Ibrahim Gantikan Jadi PM Malaysia?

Novi Christiastuti, Haris Fadhil - detikNews
Segera Bebas, Siapkah Anwar Ibrahim Gantikan Jadi PM Malaysia? Foto: REUTERS/Bazuki Muhammad/File Photo
FOKUS BERITA: Kabinet Mahathir
Kuala Lumpur - Tokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim akan menerima pengampunan penuh dari Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V dan bebas dari penjara pada Selasa (15/5). Siapkah Anwar nantinya menggantikan posisi Mahathir sebagai perdana menteri (PM) Malaysia?

Pernyataan terkait bebasnya Anwar dikonfirmasi oleh putri sulung Anwar Ibrahim, Nurul Izzah, kepada media Singapura, Channel News Asia, Sabtu (12/5/2018). Disebutkan Nurul Izzah bahwa dokumen-dokumen untuk pembebasan ayahnya sedang disusun.



Nurul Izzah mengonfirmasi hal itu dalam pernyataan terpisah kepada Reuters. "Iya," jawab wanita berusia 37 tahun ini dalam pesan singkat kepada Reuters, saat ditanya apakah ayahnya akan dibebaskan pada Selasa (15/5) mendatang.

Nurul juga mengatakan ayahnya sudah sejak lama siap untuk menjadi PM. Menurutnya Anwar sudah siap menjadi perdana menteri sejak 1998.

"Saya pikir dia sudah siap sejak 1998," kata Izzah di Hospital Rehabilitasi Cheras, Kuala Lumpur, Jumat (11/5/2018).



Sebelumnya, Pemimpin oposisi Malaysia, Mahathir Mohamad, menyatakan dirinya hanya akan menjabat PM selama 2 tahun jika oposisi Pakatan Harapan memenangi pemilu 9 Mei. Mahathir yang berumur 92 tahun ini, mengaku akan menyerahkan posisi PM kepada Anwar Ibrahim yang kini dipenjara.

"Saya tidak bisa bertahan sangat lama. Paling tidak, saya bisa bertahan selama dua tahun," ucap Mahathir dalam wawancara dengan The Mainichi, seperti dikutip pada Selasa (8/5).



"Saya memutuskan untuk akhirnya membentuk sebuah partai dan partai ini perlu bekerja dengan partai-partai oposisi lainnya jika akan menantang BN (koalisi Barisan Nasional yang berkuasa) dan seluruh partai oposisi merasa bahwa saya harus memimpin," imbuhnya.

Diketahui bahwa Anwar yang divonis 5 tahun penjara atas kasus sodomi, telah menjalani masa hukuman sejak tahun 2015. Dia sebenarnya dijadwalkan bebas lebih awal pada 8 Juni mendatang. Namun tanpa pengampunan penuh dari Yang di-Pertuan Agong, Anwar tidak akan bisa kembali terjun ke dunia politik.
(nkn/nkn)
FOKUS BERITA: Kabinet Mahathir
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed