Terima Suap Rp 1,7 M, Kepala Staf Presiden Sri Lanka Ditangkap

Terima Suap Rp 1,7 M, Kepala Staf Presiden Sri Lanka Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 04 Mei 2018 12:30 WIB
Terima Suap Rp 1,7 M, Kepala Staf Presiden Sri Lanka Ditangkap
Ilustrasi (detikcom/Andhika Akbarayansyah)
Kolombo - Seorang kepala staf kepresidenan Sri Lanka ditangkap polisi setempat terkait kasus korupsi. Sang pejabat tinggi ini ditangkap saat menerima suap dari investor asing.

Seperti dilansir AFP, Jumat (4/5/2018), pejabat tinggi yang ditangkap disebut bernama IHK Mahanama, yang menjabat sebagai Kepala Staf untuk Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena. Mahanama ditangkap bersama uang suap sebesar 20 juta rupee Sri Lanka (Rp 1,7 miliar).

Dituturkan Komisioner Antikorupsi Sri Lanka, Neville Guruge, bahwa uang suap itu diduga terkait pembebasan tanah negara untuk sebuah perusahaan swasta yang memproduksi gula. Uang suap itu diduga diberikan oleh investor asing.


Guruge menyebut, investor domestik dari India mengeluh kepada pemerintah bahwa Mahanama dan Direktur Korporasi Perkayuan, Piyadasa Dissanayake, meminta suap pada mereka. Dissanayake juga ikut ditangkap polisi.

"Kami menangkap mereka saat menerima uang di sebuah hotel di Kolombo," ucap Guruge kepada AFP, merujuk pada Mahanama dan Dissanayake. "Mereka menerima seperlima dari jumlah total (suap) ketika mereka dibekuk," imbuhnya.

Dituturkan seorang penyidik kepolisian setempat bahwa suap 20 juta rupee Sri Lanka merupakan pembayaran pertama dari total suap 100 juta rupee Sri Lanka (Rp 8,8 miliar) yang akan diberikan kepada Mahanama dan Dissanayake. Seorang sumber yang memahami kasus ini menyebut kedua pejabat itu awalnya meminta suap 540 juta rupee, sebelum menurunkannya menjadi 100 juta rupee.


Menanggapi penangkapan ini, Presiden Sirisena memerintahkan penonaktifan segera dua pejabat tinggi itu. Dia juga menegaskan penangkapan Mahanama dan Dissanayake dilakukan oleh komisi antikorupsi yang independen yang dibentuk setelah dirinya menjabat pada Januari 2015.

"Saya merasa lega bahwa kita mampu menciptakan lingkungan di mana otoritas penegak hukum bisa melakukan tugas-tugas mereka tanpa rasa takut," tegas Presiden Sirisena dalam pernyataannya.

Mahanama tercatat sebagai pejabat publik dengan level tertinggi yang ditangkap di bawah pemerintahan Presiden Sirisena yang menjanjikan untuk memberantas korupsi.

(nvc/imk)


Berita Terkait