Pengap di Pesawat, Pria Ini Ditahan Gara-gara Buka Pintu Darurat

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 02 Mei 2018 04:30 WIB
Penampakan pintu darurat yang dibuka oleh Chen (Foto: dok South China Morning Post)
Sichuan - Merasa pengap dan kegerahan seorang penumpang warga negara China nekat menarik pintu keluar darurat di pesawat. Pria itu kemudian ditangkap polisi dan diwajibkan membayar denda sekitar USD 11 ribu atau senilai Rp 153.816.300.

Dilansir RT, Selasa (1/5/2018), pria China itu bernama Chen (25) dia terbang dari Provinsi Hainan di kawasan bagian selatan China. Saat pesawatnya hendak lepas landas dari Bandara Mianyang di Provinsi barat daya Sichuan, Chen dengan santainya merenggangkan lengannya dan menarik pegangan pintu keluar.


Akibat ulah Chen itu mengaktifkan perosotan darurat yang biasa dinyalakan ketika pendaratan darurat. Sementara itu Chen sama sekali tidak tahu jika itu adalah pintu keluar darurat.

"Karena sangat pengap, sangat panas di pesawat, saya hanya menarik pegangan jendela di samping saya. Ketika pintu terbuka, saya panik," kata Chen.

Kru pesawat itu mengatakan jika sudah memberikan penjelasan keselamatan sebelumnya. Mereka juga telah mengingatkan jika menarik pegangan pintu keluar membutuhkan kekuatan fisik yang cukup besar.

"Sebelum lepas landas, kru pesawat telah menginformasikan para penumpang tentang tindakan keselamatan," ujar pihak maskapai.


Akibat insiden itu kru pesawat itu kemudian melapor ke polisi. Malang bagi Chen, dia harus ditahan selama 15 hari karena memindahkan fasilitas penerbangan dengan tidak sah. Dia juga diwajibkan membayar denda sekitar USD 11 ribu atau Rp 153.816.300 untuk mengganti biaya kerugian. Pihak maskapai berjanji untuk meluncurkan investigasi, yang akan melibatkan badan keamanan publik.

Hal ini bukan satu-satunya insiden yang terjadi di maskapai China. Bulan lalu, seorang pria yang bepergian menggunakan Air China menyebabkan pendaratan darurat setelah mengancam kru dengan pulpen.


Pada April 2016, seorang pengemudi buldoser yang belum pernah naik pesawat dengan sengaja mengabaikan peringatan dan membuka pintu darurat untuk mendapatkan udara segar dengan alasan menghindari penyakit. "Saya pikir pegangan itu digunakan untuk membuka jendela sehingga akan baik-baik saja," jelasnya.


(ams/fdu)