DetikNews
Senin 30 April 2018, 17:35 WIB

Pangkalan Suriah Ditembaki Rudal, 26 Petempur Pro-Assad Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Pangkalan Suriah Ditembaki Rudal, 26 Petempur Pro-Assad Tewas Ilustrasi -- Situasi di Suriah yang dilanda konflik (AFP Photo/Karam Al-Masri)
Damaskus - Serangan rudal mengenai sebuah pangkalan militer di Provinsi Hama, Suriah. Sedikitnya 26 petempur pro-rezim Presiden Bashar al-Assad tewas, dengan sebagian besar merupakan warga Iran.

Dilaporkan kelompok pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, seperti dilansir AFP, Senin (30/4/2018), serangan rudal itu mengenai pangkalan militer di Hama pada Minggu (29/4) tengah malam waktu setempat.

"Sedikitnya 26 petempur tewas, termasuk empat warga Suriah," sebut Observatory dalam pernyataannya.

"Yang lain merupakan petempur asing, kebanyakan dari mereka merupakan warga Iran," imbuh Ketua Observatory, Rami Abdel Rahman.


Disebutkan Observatory bahwa serangan rudal itu ditargetkan ke pangkalan udara Brigade ke-47 milik rezim Suriah.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan rudal itu, namun Observatory menyebut serangan semacam itu mirip dengan operasi militer Israel sebelumnya di Suriah.

"Merujuk pada target yang menjadi sasaran, kemungkinan besar ini adalah serangan Israel," sebut Rami Abdel Rahman.

Ditambahkan oleh Rami Abdel Rahman bahwa serangan rudal itu juga mengenai pangkalan udara dekat Provinsi Aleppo, yang menjadi tempat disimpannya rudal darat-ke-darat milik rezim Suriah.


Dalam pernyataan pada Minggu (29/4) waktu setempat, media nasional Suriah mengecam serangan yang disebut sebagai 'agresi segar' oleh 'rudal-rudal musuh' itu.

Secara terpisah, dalam pernyataan kepada radio militer Israel pada Senin (30/4) waktu setempat, Menteri Intelijen Israel, Yisrael Katz, mengaku tak tahu-menahu soal serangan terbaru di Suriah. Namun Katz menegaskan bahwa seluruh kekerasan dan instabilitas di Suriah merupakan dampak dari upaya Iran membangun militer di negara itu. "Israel tidak akan membiarkan pembentukan front utara di Suriah," tegasnya.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed