DetikNews
Rabu 25 April 2018, 15:09 WIB

2 Pembunuh Profesor Palestina Diyakini Masih di Malaysia

Novi Christiastuti - detikNews
2 Pembunuh Profesor Palestina Diyakini Masih di Malaysia Foto salah satu tersangka pembunuhan profesor Palestina yang dirilis Rabu (25/4) ini (Royal Malaysia Police via Channel News Asia)
Kuala Lumpur - Dua tersangka pembunuhan profesor Palestina di jalanan Kuala Lumpur, Malaysia diyakini masih ada di negara tersebut. Keduanya diduga menggunakan kartu identitas palsu selama ada di Malaysia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun dalam konferensi pers terbaru, seperti dilansir Reuters, Rabu (25/4/2018). Dalam momen itu, Kepolisian Malaysia juga merilis salah satu foto tersangka yang lebih jelas.

Foto salah satu tersangka menunjukkan seorang pria dengan rambut berombak, berjenggot dan berkaca mata. Sebelumnya, atau tepatnya awal pekan ini, Kepolisian Malaysia baru merilis dua sketsa wajah pelaku yang disusun dari keterangan-keterangan saksi mata. Ciri-ciri kedua tersangka disebut memiliki postur tubuh kekar dan tinggi badan sekitar 180 cm, kemudian diduga berasal dari Timur Tengah atau Eropa.

[Gambas:Video 20detik]



Dituturkan Mohamad Fuzi dalam konferensi pers, kedua tersangka diyakini masuk ke Malaysia pada akhir Januari. Asal kewarganegaraan kedua pelaku belum diketahui. Negara yang didatangi kedua tersangka sebelum masuk Malaysia juga belum diketahui.

"Kami meyakini para tersangka masih ada di negara ini," ucap Mohamad Fuzi dalam konferensi pers. "Kami belum mengidentifikasi mereka, tapi kami menduga mereka menggunakan identifikasi palsu, baik saat masuk ke negara ini juga selama berada di sini," imbuhnya.

Ditambahkan Mohamad Fuzi, pembunuhan terhadap Batsh ini tampak 'dilakukan dengan cara sangat profesional'. Namun dia menolak berkomentar saat ditanya soal dugaan badan intelijen Israel, Mossad, atau pembunuh terlatih ada di balik pembunuhan ini.


Profesor Palestina bernama Fadi Mohammad al-Batsh (35) tewas di jalanan Kuala Lumpur pada Sabtu (21/4) lalu. Batsh ditembak saat keluar rumah untuk salat Subuh. Pelakunya ada dua orang yang terekam CCTV menumpang sepeda motor bertenaga besar. Salah satu tersangka melepas 14 tembakan ke arah Batsh. Beberapa tembakan mengenai kepala juga tubuh Batsh dan langsung menewaskannya.

Sepeda motor merek Kawasaki yang dipakai kedua tersangka, telah ditemukan ditinggalkan begitu saja di dekat danau yang berjarak 9 menit dari lokasi kejadian. Dari temuan sepeda motor itu, polisi berhasil melacak foto salah satu tersangka, yang akhirnya dirilis Rabu (25/4) ini.

Motif pembunuhan Batsh belum diketahui pasti. Diketahui Batsh yang seorang profesor teknik ini sudah sekitar 10 tahun tinggal di Malaysia bersama keluarganya. Dia mendapat gelar PhD dari Universiti Malaya di Malaysia dan mengajar sebagai dosen di salah satu universitas setempat.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed