Seperti dilansir Reuters dan kantor berita Turki, Anadolu Agency, Selasa (24/4/2018), badan Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS mencatat gempa bumi itu berkekuatan 5,2 Skala Richter (SR) dan berpusat di kedalaman 10 kilometer dari permukaan Bumi.
Sedangkan Otoritas Penanggulangan Bencana dan Situasi Darurat pada kantor Perdana Menteri Turki (AFAD) mencatat gempa berkekuatan 5,1 SR dan berpusat di kedalaman 7 kilometer dari permukaan Bumi. Gempa bumi terjadi pada Selasa (24/4) dini hari, sekitar pukul 03.34 waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media lokal Turki, Daily Sabah, melaporkan getaran gempa terasa kuat di distrik Samsat yang termasuk wilayah Adiyaman. Getaran gempa juga dilaporkan dirasakan di wilayah lainnya seperti Sanliurfa, Gaziantep dan Diyarbakir.
Anadolu Agency yang mengutip Menteri Kesehatan Turki, Ahmet Demircan, melaporkan 39 orang mengalami luka-luka akibat gempa ini. Sebanyak 35 orang di antaranya masih menjalani perawatan medis, namun tidak dalam kondisi serius.
Dalam konferensi pers sebelum terbang ke Madrid, Spanyol untuk kunjungan kenegaraan, Perdana Menteri Turki Binali Yildirim menyatakan belum ada laporan korban jiwa akibat gempa ini.
Sejumlah foto yang diposting ke media sosial menunjukkan adanya kerusakan serius pada sejumlah rumah warga di Adiyaman.
Ditambahkan Anadolu Agency dalam laporannya, gempa bumi ini diikuti delapan gempa susulan dengan kekuatan antara 1,4 SR hingga 2,7 SR dalam waktu satu jam setelah gempa awal. Usai gempa mengguncang, sejumlah sekolah setempat terpaksa diliburkan sementara.
(nvc/ita)











































