DetikNews
Selasa 17 April 2018, 15:50 WIB

Hindari Korban Sipil, AS Mengklaim Hati-hati Saat Serang Suriah

Erwin Dariyanto - detikNews
Hindari Korban Sipil, AS Mengklaim Hati-hati Saat Serang Suriah AS dan sekutu melancarkan serangan rudal ke Suriah (Foto: Dok. Reuters)
Jakarta - Amerika Serikat mengklaim telah berhati-hati dalam melakukan serangan rudal ke jantung fasilitas senjata kimia milik Suriah. Hal itu dilakukan untuk menekan jatuhnya korban dari warga sipil.

Hal tersebut ditegaskan oleh Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr saat ramah-tamah dengan wartawan di kediaman dinasnya di Taman Suropati Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018). "Jadi serangan ini direncanakan secara berhati-hati untuk menekan korban warga sipil," kata dia.

Amerika Serikat, kata Donovan, akan tetap mengutamakan jalur diplomasi untuk menyingkirkan senjata kimia di Suriah. Namun cara-cara lain tetap akan dilakukan. Sayangnya, Donovan yang mantan Penasihat Kebijakan Luar Negeri untuk Pemimpin Kepala Staf Gabungan di Pentagon (2012-2014) tersebut, menolak membeberkan cara lain yang akan ditempuh AS tersebut.

"Kami terus akan menggunakan perangkat diplomasi tapi akan terbuka dengan cara-cara yang lain," tegasnya.

Pada Sabtu (14/4/2018) dini hari lalu, Amerika Serikat (AS) bersama sekutunya, Inggris dan Prancis membombardir Suriah dengan serangan rudal. Juru bicara Pentagon atau Departemen Pertahanan AS, Dana White mengatakan target serangan adalah sejumlah fasilitas senjata kimia milik Suriah.

Serangan itu bertujuan menghukum rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad yang diyakini telah melakukan penyerangan menggunakan senjata kimia di Douma. Rezim Assad telah membantah tudingan itu.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa Bangsa, Nikki Haley yakin serangan itu berhasil melumpuhkan senjata kimia Suriah. Amerika mengancam akan kembali menyerang Suriah jika Presiden Assad masih melakukan serangan senjata kimia.

"Kami yakin bahwa kami telah melumpuhkan program senjata kimia Suriah. Kami siap untuk mempertahankan tekanan ini, jika rezim Suriah cukup bodoh untuk menguji keinginan kami," kata Nikki Haley dalam sidang Keamanan PBB di New York, Sabtu (14/4/2018), seperti dilansir Reuters.

Presiden Assad sudah memberikan komentar atas serangan AS dan sekutunya tersebut. Pernyataan itu disampaikan Assad kepada Presiden Iran, Hassan Rouhani, yang meneleponnya untuk menyatakan dukungan pada Suriah. Dalam percakapan telepon itu, Assad menyampaikan keyakinannya bahwa agresi ini tidak akan melemahkan tekad rakyat Suriah dalam memerangi terorisme.

"Agresi ini hanya akan membuat Suriah dan rakyatnya lebih bertekad untuk tetap berjuang dan menghancurkan terorisme di setiap sudut negara ini," kata Assad.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed