DetikNews
Selasa 17 April 2018, 11:01 WIB

Aktris Korsel yang Pernah Diculik Mata-mata Korut Meninggal

Novi Christiastuti - detikNews
Aktris Korsel yang Pernah Diculik Mata-mata Korut Meninggal Choi Eun-Hee (AFP PHOTO)
Seoul - Aktris senior Korea Selatan (Korsel), Choi Eun-Hee, yang pernah diculik mata-mata Korea Utara (Korut), meninggal dunia di usia 91 tahun. Penculikan Choi diperintahkan oleh mendiang Kim Jong-Il, ayah pemimpin Korut Kim Jong-Un, pada tahun 1978 silam.

Seperti dilansir AFP dan kantor berita Korsel, Yonhap News Agency, Selasa (17/4/2018), Choi meninggal dunia dalam usia 91 tahun pada Senin (16/4) waktu setempat. Pihak keluarga menyebut Choi meninggal dunia karena penyakit kronis.

"Ibu saya meninggal dunia saat pergi ke rumah sakit untuk dialisis ginjal sore ini," ujar putra sulung Choi, Shin Jeong-Gyun, via telepon kepada Yonhap pada Senin (16/4) malam waktu setempat. Shin diketahui berprofesi sebagai sutradara.


Choi yang lahir di Gwangju, Provinsi Gyeonggi tahun 1926 ini dikenal sebagai bintang film ikonik tahun 1960-an dan 1970-an. Dia memulai karier sebagai bintang film pada tahun 1947 saat bermain di film 'A New Oath'. Choi mulai banyak dikenal publik saat bermain di film 'The Sun of Night' tahun 1948 dan 'A Hometown in Heart' tahun 1949.

Saat itu, Choi menjadi salah satu dari tiga aktris Korsel yang paling dipuja. Dua aktris lainnya adalah Kim Ji-Mi dan Um Aing-Ran.

Nama Choi menjadi perhatian dunia saat dia diculik mata-mata Korut di Hong Kong tahun 1978. Penculikan Choi itu berlangsung dramatis. Saat itu Choi berkunjung ke Hong Kong untuk bertemu calon investor bagi sekolah seni yang didirikannya. Tiba-tiba dia dibujuk oleh pemandu yang mendampinginya, untuk masuk ke dalam sebuah kapal dan kemudian dipindahkan tanpa izin ke sebuah kapal kargo yang berlayar ke Korut.


Penculikan Choi diketahui diperintahkan oleh pemimpin Korut saat itu, Kim Jong-Il, yang merupakan ayah Kim Jong-Un. Sosok Kim Jong-Il dikenal sebagai penggemar berat film. Dia memerintahkan penculikan Choi demi memaksanya berperan dalam film-film untuk rezim Korut.

Suami Choi, Shin Sang-Ok, yang seorang direktur terkenal, juga ikut dibawa ke Korut sesaat setelah Choi diculik. Tidak diketahui kronologi penculikan suami Choi yang akhirnya tiba di Korut. Choi dan suaminya sebenarnya sudah bercerai tahun 1976 sebelum keduanya diculik Korut, namun keduanya menikah kembali di Hungaria atas desakan Kim Jong-Il.

Bersama Shin, Choi terjebak di Korut selama 8 tahun. Dilaporkan bahwa selama di Korut, Choi dan suaminya membuat lebih dari 10 film atas instruksi Kim Jong-Il. Dalam wawancara tahun 2011, Choi menyebut Kim Jong-Il 'menghormati kami sebagai seniman dan mendukung penuh kami'. Namun Choi mengakui dirinya tidak bisa memaafkan Kim Jong-Il atas penculikan 'kasar dan tidak bisa dimaafkan' terhadap dirinya.


Selama di Korut, Choi dan suaminya diperbolehkan syuting film bernilai seni tinggi, bukannya film propaganda untuk rezim Korut. Keduanya bahkan sempat syuting film di luar negeri dan menghadiri berbagai festival film, dengan pengawalan ketat mata-mata Korut.

Choi dan suaminya berhasil lolos saat menghadiri festival film Berlinale tahun 1986. Keduanya nekat melarikan diri ke Kedutaan Besar Amerika Serikat di Wina, Austria dan meminta suaka ke AS. Usai satu dekade tinggal di AS, Choi dan suaminya kembali ke Korsel tahun 1999. Keduanya tetap menikah hingga Shin meninggal tahun 2006. Kisah dramatis Choi telah menjadi inspirasi banyak buku dan film.

Upacara pemakaman Choi akan digelar di Seoul pada Kamis (19/4) mendatang.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed