DetikNews
Senin 16 April 2018, 10:53 WIB

Viral 2 Pria Kulit Hitam Mendadak Diborgol Polisi di Kedai Kopi AS

Niken Purnamasari - detikNews
Viral 2 Pria Kulit Hitam Mendadak Diborgol Polisi di Kedai Kopi AS Viral 2 Pria Kulit Hitam Mendadak Diborgol Polisi di Kedai Kopi AS. (dok. Screenshot Video Twitter)
Philadelphia - Penangkapan dua orang pria berkulit hitam di salah satu gerai Starbucks di Amerika Serikat viral di media sosial. Alasan penangkapan kedua orang tersebut dinilai tidak masuk akal.

Video penangkapan dua pria berkulit hitam itu diposting oleh akun Twitter @missydepino. Terlihat tangan kedua pria sudah diborgol oleh polisi. Alasan penangkapan karena dua pria tersebut tidak memesan apa-apa ketika berada di Starbucks.

"Polisi dipanggil karena orang-orang tersebut tidak memesan apa-apa. Mereka menunggu seorang teman untuk muncul. Tangan mereka diborgol meski tidak melakukan apa-apa. Semua orang berkulit putih bertanya-tanya mengapa itu tidak pernah terjadi ketika kami melakukan hal yang sama," tulis @missydepino menyertai postingan videonya.



Video tersebut telah ditonton lebih dari 9 juta kali dan mendapat tanggapan 218 ribu komentar dari netizen.

Dilansir CBS Philadelphia, Senin (16/4/2018), Pengacara kedua pria tersebut, Lauren Wimmer mengatakan klien mereka berada di Starbucks itu untuk menunggu seorang rekan. Sekitar 15 menit mereka menunggu rekan tersebut untuk membahas proyek real estate. Namun ketika rekan itu datang, polisi juga ikut datang dan memborgol.

"Klien saya melakukan apa yang biasa dilakukan orang-orang setiap hari. Mereka mengadakan pertemuan dan tidak diragukan lagi ini karena rasis," ujar Wimmer.

Sementara itu, seorang saksi mata yang juga berkulit hitam, Ross, mengatakan polisi telah meminta kedua orang untuk pergi. Namun tak digubris oleh keduanya.

Saksikan video 20Detik untuk mengetahui langkah Starbucks setelah ramainya #BoycottStarbucks menggema di sini:

[Gambas:Video 20detik]

CEO Starbucks, Kevin Johnson mengatakan pihaknya meminta maaf atas kejadian tersebut. Mereka menyebut Starbucks berdiri teguh terhadap diskriminasi maupun hal berbau rasis.

"Saya berharap dapat bertemu kedua pria tersebut untuk meminta maaf secara pribadi," ujar Johnson.

[Gambas:Video 20detik]


(nkn/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed