DetikNews
Selasa 10 April 2018, 17:26 WIB

Saat Kebakaran di Trump Tower, Detektor Asap Tak Berfungsi

Aditya Mardiastuti - detikNews
Saat Kebakaran di Trump Tower, Detektor Asap Tak Berfungsi Foto: Petugas pemadam kebakaran di kebakaran Trump Tower, 7 April 2018 (AFP)
New York - Kebakaran di Apartemen Trump Tower, New York, Amerika Serikat, akhir pekan lalu menewaskan seorang kakek. Rupanya detektor asap di apartemen itu dinyatakan tak berfungsi.

Dilansir CNN, Selasa (10/4/2018), hal itu disampaikan seorang petugas Pemadam Kebakaran New York yang familiar dengan investigasi insiden ini. Dia menambahkan tidak terdengar suara alarm ketika pemadam kebakaran datang.

Api yang berasal dari lantai 50 apartemen itu diketahui menewaskan seorang kakek dan mengakibatkan enam petugas damkar luka-luka. Korban tewas diidentifikasi sebagai Todd Brassner (67).



Pemadam Kebakaran New York mendapat informasi soal kebakaran itu dari sistem alarm gedung di Trump Tower, kata sumber tersebut. Sistem ini memberitahu pemadam kebakaran tentang lokasi kebakaran, termasuk lantai tempat kobaran api berasal.

Sistem alarm seperti itu sudah umum digunakan, dan alarm ini tidak terdengar di seluruh gedung untuk mencegah seluruh orang melakukan evakuasi secara bersamaan dan menyumbat tangga bagi petugas pemadam kebakaran.

Api itu berkobar di lantai 50 gedung apartemen yang berlokasi di Fifth Avenue, Manhattan. Lokasi itu merupakan penthouse tempat Donald Trump tinggal ketika dia di New York. Tidak ada keluarga Trump yang tinggal di tower tersebut ketika kebakaran terjadi, kata Komisioner Pemadam Kebakaran Daniel Nigro.

Sementara itu warga yang tinggal di lantai 58 menceritakan jika bangunan itu tak dilengkapi dengan alat penyiram api, kata Nigro.

Secara terpisah, Wakil Senior Sekretaris Pers Departemen Bangunan New York City, Andrew Rudansky mengatakan data arsip menunjukkan bahwa tidak ada pengajuan izin untuk pemasangan sprinkler atau alat penyemprot di penthouse Trump Tower, tempat tinggal Trump tersebut.

Sementara itu apartemen milik Brassner ditaksir bernilai USD 2,5 juta, menurut data pada 2015. Brassner diketahui memiliki sejumlah koleksi seni, termasuk lukisan potret dirinya karya Andy Warhol, juga ratusan gitar dan ukulele.

Brassner ditemukan tak sadarkan diri dan tidak merespons ketika petugas pemadam kebakaran menariknya keluar, kata polisi New York. Dia meninggal di rumah sakit. Sementara itu enam petugas pemadam kebakaran mengalami luka ringan.

Sebelum kabar satu penghuni apartemennya tewas, Trump sempat menyampaikan selamat kepada para petugas pemadam kebakaran. Trump mencuitkan jika api itu berhasil dijinakkan di "gedung yang didesain dengan baik".



Kebakaran di apartemen Trump Tower itu terjadi tiga bulan setelah insiden kebakaran kecil di bagian pendingin atap gedung. Demikian menurut WCBS TV yang berafiliasi dengan CNN. Saat itu dua orang terluka akibat kebakaran, yang menurut para pejabat mungkin disebabkan oleh panasnya listrik di dalam tower pendingin.
(ams/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed