DetikNews
Jumat 06 April 2018, 13:52 WIB

Eks Presiden Brasil Diberi 24 Jam untuk Serahkan Diri ke Polisi

Novi Christiastuti - detikNews
Eks Presiden Brasil Diberi 24 Jam untuk Serahkan Diri ke Polisi Luiz Inacio Lula da Silva saat tiba di rumahnya di Sao Paulo pada 4 April (REUTERS/Paulo Whitaker/File Photo)
Brasilia - Mantan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, diberi waktu 24 jam untuk menyerahkan diri ke polisi. Lula da Silva didesak untuk segera menjalani masa hukuman 12 tahun penjara yang telah dijatuhkan pengadilan kepadanya.

Seperti dilansir AFP, Jumat (6/4/2018), tahun lalu, Lula da Silva (72) dinyatakan bersalah telah menerima suap berupa sebuah apartemen tepi pantai dari sebuah perusahaan konstruksi. Banding atas vonis itu ditolak pengadilan banding pada Januari. Lula da Silva berniat mengajukan banding lagi ke pengadilan lebih tinggi. Lula da Silva yang menjabat Presiden Brasil selama dua periode, tahun 2003-2011.

Pada Rabu (4/4) pekan ini, Lula da Silva mengajukan permohonan ke Mahkamah Agung untuk diizinkan tetap bebas selama pengajuan bandingnya ke pengadilan lebih tinggi berproses. Namun enam dari total 11 Hakim Agung memutuskan agar Lula da Silva segera memulai masa hukumannya 12 tahun penjara usai kalah pada banding pertama pada Januari lalu.


Kemudian pada Kamis (5/4) waktu setempat, hakim Sergio Moro mengumumkan perintah agar Lula da Silva segera menyerahkan diri dalam waktu 24 jam. Hakim Moro memimpin operasi 'Car Wash' untuk menyelidiki skandal korupsi yang menyeret Lula da Silva dan sejumlah pejabat penting Brasil lainnya.

Dalam perintahnya, hakim Moro menyatakan Lula da Silva harus 'menyerahkan diri secara sukarela' ke polisi di kota Curitiba paling lambat Jumat (6/4) sore, pukul 17.00 waktu setempat. Kota Curitiba merupakan yurisdiksi penyelidikan skandal korupsi ini. Lula da Silva diketahui tinggal di Sao Paulo.

Perintah hakim Moro ini mengejutkan pengacara Lula da Silva. Sebabnya, mereka memperkirakan perintah dimulainya masa hukuman Lula da Silva akan diundur hingga setidaknya pekan depan.


Di sisi lain, perintah hakim Moro itu berdampak pada rencana Lula da Silva untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden (pilpres) pada Oktober mendatang. Dalam polling terbaru, Lula da Silva menempati posisi pertama meskipun terjerat kasus hukum.

Dalam tanggapannya, seperti dilaporkan radio lokal, CBN, Lula da Silva menyebut perintah hakim Moro itu 'absurd'. Saat ditanya apakah dia akan mematuhi perintah hakim, Lula da Silva hanya mengatakan dirinya akan bertindak sesuai saran pengacaranya.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed