DetikNews
Selasa 03 April 2018, 17:45 WIB

Paksa Bawahan 'Layani' Pejabat Pria, Pejabat Wanita Hyundai Mundur

Novi Christiastuti - detikNews
Paksa Bawahan Layani Pejabat Pria, Pejabat Wanita Hyundai Mundur Foto: Ilustrasi
Seoul - Seorang pejabat eksekutif perusahaan otomotif ternama Korea Selatan (Korsel), Hyundai Motor, mengundurkan diri terkait gerakan antipelecehan seksual #MeToo. Pejabat wanita ini dituding memaksa bawahannya untuk 'melayani' para pejabat pria saat minum-minum.

Diketahui bahwa gerakan #MeToo semakin meluas di Korsel sejak Januari lalu, dengan semakin banyaknya tudingan pelecehan seksual yang terlontar ke publik. Penyelidikan terkait tudingan-tudingan pelecehan seksual oleh tokoh-tokoh ternama juga masih berlangsung.

Kekhawatiran mendapat aksi balasan yang besar, membuat warga Korsel pada umumnya takut membongkar skandal pelecehan dalam tubuh perusahaan-perusahaan konglomerat yang mendominasi perekonomian. Tudingan terbuka semacam ini tergolong jarang muncul di Korsel.


Dilaporkan kantor berita Korsel, Yonhap dengan mengutip pihak Hyundai Motor, seperti dilansir Reuters, Selasa (3/4/2018), seorang pegawai wanita yang hendak berhenti bekerja melontarkan tudingan terhadap seorang pejabat wanita eksekutif perusahaan itu.

Identitas si pegawai wanita dan bos wanitanya yang mengundurkan diri ini tidak diungkap ke publik. Namun diketahui bahwa Hyundai Motor hanya memiliki tiga pejabat wanita eksekutif dari total 298 pejabat eksekutif yang tercatat pada akhir tahun 2017 lalu.

Disebutkan bahwa si pegawai wanita ini menuding atasan wanitanya itu telah menekan dirinya dan sejumlah pegawai wanita lainnya untuk menghadiri pesta minum-minum dengan para pejabat senior perusahaan. Dalam pesta itu, si pegawai wanita dan teman-temannya harus menuangkan minuman ke para pejabat pria.


Pegawai wanita ini juga menuding bos wanitanya memaksa sejumlah pegawai wanita untuk menari dengan para pejabat pria saat sesi karaoke dalam pesta minum-minum itu. Menurut pegawai wanita ini, seperti dikutip Yonhap, para pejabat pria yang 'dilayani' itu ada dalam posisi yang bisa mempengaruhi jabatan eksekutif wanita yang menjadi atasannya ini.

Dalam pernyataan terpisah, pihak Hyundai Motor menyebut laporan media soal isu ini tidak mencerminkan pandangan dan kebijakan perusahaan.

"Kami akan mengambil tindakan yang pantas terhadap ketidakberesan atau pelanggaran oleh individu-individu dalam perusahaan yang tidak menjamin kesetaraan dalam lingkungan kerja," demikian pernyataan Hyundai Motor tanpa berkomentar lebih lanjut.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed