16 Pendemo Palestina Tewas, Sekjen PBB Serukan Penyelidikan

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 31 Mar 2018 18:52 WIB
Situasi unjuk rasa warga Palestina di perbatasan Gaza-Israel (REUTERS/Mohammed Salem)
New York - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan penyelidikan independen terhadap tewasnya 16 warga Palestina dalam unjuk rasa di perbatasan Gaza dan Israel.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (31/3/2018), seruan Sekjen PBB Guterres ini disampaikan usai Dewan Keamanan PBB melontarkan kekhawatiran semakin meluasnya kekerasan antara Israel dan Palestina di perbatasan Gaza-Israel.

"Sekretaris Jenderal menyerukan sebuah penyelidikan yang independen dan transparan atas insiden-insiden ini," demikian pernyataan Guterres melalui wakil juru bicaranya, Farhan Haq.

[Gambas:Video 20detik]



Ditambahkan Haq bahwa Guterres juga meminta pihak-pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri. "Menahan diri dari setiap tindakan yang bisa memicu korban lebih lanjut dan secara khusus, langkah-langkah yang bisa menempatkan warga sipil dalam bahaya," imbau Guterres dalam pernyataannya.

Sejak Jumat (30/3) waktu setempat, puluhan ribu warga Palestina di Gaza menggelar unjuk rasa di dekat perbatasan Israel untuk menuntut ditegakkannya hak-hak para pengungsi Palestina yang digusur usai terbentuknya Israel, yang menduduki wilayah Palestina.

Tentara Israel dilaporkan menggunakan gas air mata dan peluru sungguhan untuk memukul mundur para demonstran Palestina yang mendekati pagar perbatasan Gaza-Israel yang dijaga ketat.


Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan 16 demonstran Palestina tewas di tangan tentara Israel dalam unjuk rasa itu. Lebih dari 1.400 orang lainnya luka-luka, dengan 758 orang di antaranya terkena peluru sungguhan dan sisanya akibat peluru karet atau gas air mata.

Otoritas Palestina menuding Israel menggunakan kekuatan militer berlebihan dalam menghadapi para demonstran. Dalam pernyataannya, militer Israel menuding unjuk rasa itu dijadikan dalih oleh para militan untuk menyusup masuk ke perbatasan atau melancarkan serangan ke Israel.

Banyaknya korban jiwa dalam unjuk rasa itu, memicu Kuwait meminta digelarnya sidang darurat untuk membahas situasi di perbatasan Gaza-Israel.

"Ada kekhawatiran bahwa situasi itu mungkin memburuk dalam beberapa hari ke depan," sebut Asisten Sekjen PBB untuk Urusan Politik, Taye-Brook Zerihoun.

(nvc/rna)