AS dan 14 Negara Eropa Usir Diplomat, Rusia Ancam Pembalasan

AS dan 14 Negara Eropa Usir Diplomat, Rusia Ancam Pembalasan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 27 Mar 2018 11:38 WIB
AS dan 14 Negara Eropa Usir Diplomat, Rusia Ancam Pembalasan
lokasi diracunnya Skripal dan putrinya (Foto: Reuters/Peter Nicholls)
Moskow - Pemerintah Rusia mengancam akan membalas keputusan Amerika Serikat dan 14 negara Eropa yang mengusir para diplomat Rusia terkait serangan gas saraf terhadap eks mata-mata di Inggris.

"Langkah tidak bersahabat oleh sekelompok negara-negara ini tak akan berlalu tanpa dampak dan kami akan merespons," demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia dalam statemen di situsnya seperti dilansir media Bloomberg, Selasa (27/3/2018).


Juru bicara kantor Presiden Rusia (Kremlin), Dmitry Peskov menyebut langkah tersebut sebuah kesalahan dan respons Rusia akan "berpedoman pada prinsip timpal balik." Dikatakannya, Presiden Vladimir Putin akan membuat keputusan final mengenai pembalasan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya pada Senin (26/3) waktu setempat, Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Eropa-nya mengumumkan pengusiran diplomat Rusia. Mereka menuding Rusia bertanggung jawab atas diracunnya eks mata-mata Rusia, Sergei Skripal dan putrinya dengan gas saraf di Inggris. Pemerintah AS mengusir 60 diplomat Rusia dan memberi mereka waktu sepekan untuk angkat kaki dari AS. Konsulat Rusia di Seattle juga diperintahkan ditutup.




Langkah serupa juga dilakukan oleh sekutu-sekutu AS termasuk Prancis, Jerman, Polandia dan Italia. Ini merupakan aksi diplomatik paling serentak yang dilakukan AS dan sekutu-sekutunya terhadap Rusia.

Pemerintah Rusia telah membantah terlibat dalam serangan gas saraf terhadap Skripal dan putrinya.

"Hubungan sekarang menjadi lebih buruk dibandingkan saat Perang Dingin," ujar Fyodor Lukyanov, kepala Kebijakan Pertahanan dan Dewan Luar Negeri Rusia, kelompok riset yang memberikan nasihat ke Kremlin. "Pengusiran multilateral semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya," imbuhnya. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads