"Langkah tidak bersahabat oleh sekelompok negara-negara ini tak akan berlalu tanpa dampak dan kami akan merespons," demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia dalam statemen di situsnya seperti dilansir media Bloomberg, Selasa (27/3/2018).
Juru bicara kantor Presiden Rusia (Kremlin), Dmitry Peskov menyebut langkah tersebut sebuah kesalahan dan respons Rusia akan "berpedoman pada prinsip timpal balik." Dikatakannya, Presiden Vladimir Putin akan membuat keputusan final mengenai pembalasan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah serupa juga dilakukan oleh sekutu-sekutu AS termasuk Prancis, Jerman, Polandia dan Italia. Ini merupakan aksi diplomatik paling serentak yang dilakukan AS dan sekutu-sekutunya terhadap Rusia.
Pemerintah Rusia telah membantah terlibat dalam serangan gas saraf terhadap Skripal dan putrinya.
"Hubungan sekarang menjadi lebih buruk dibandingkan saat Perang Dingin," ujar Fyodor Lukyanov, kepala Kebijakan Pertahanan dan Dewan Luar Negeri Rusia, kelompok riset yang memberikan nasihat ke Kremlin. "Pengusiran multilateral semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya," imbuhnya. (ita/ita)











































