DetikNews
Senin 26 Maret 2018, 13:05 WIB

Mesir Gelar Pilpres, Pilihannya Cuma Al-Sisi Atau 1 Penantang

Novi Christiastuti - detikNews
Mesir Gelar Pilpres, Pilihannya Cuma Al-Sisi Atau 1 Penantang Spanduk pilpres menunjukkan dua kandidat capres, Presiden Abdul Fattah al-Sisi dan Moussa Mostafa Moussa (REUTERS/Ammar Awad)
Kairo - Bangsa Mesir akan mengadakan pemilihan presiden (pilpres) untuk memilih presiden baru yang akan menjabat selama empat tahun ke depan. Hanya ada dua kandidat dalam pilpres kali ini, yakni kandidat incumbent Presiden Abdel Fattah al-Sisi dan kandidat yang tidak terlalu dikenal publik, Moussa Mostafa Moussa.

Seperti dilansir AFP, Senin (26/3/2018), pemungutan suara untuk pilpres kali ini akan digelar secara nasional dan berlangsung selama tiga hari, hingga 28 Maret. Pemungutan suara akan mulai digelar pada Senin (26/3) waktu setempat, sekitar pukul 07.00 GMT atau pukul 14.00 WIB.

Pengamanan untuk pilpres ini dipastikan akan sangat ketat. Militan afiliasi kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengancam akan melancarkan serangan ke instalasi-instalasi terkait pemilu. Pada Sabtu (24/3) waktu setempat, dua polisi Mesir tewas dalam serangan bom mobil yang menargetkan kepala keamanan Alexandria.

Terlepas dari kekhawatiran keamanan, Al-Sisi (63) hampir dipastikan akan kembali menjabat untuk periode kedua, selama empat tahun ke depan.


Satu-satunya pesaing Al-Sisi dalam pilpres ini, baru mendaftar sesaat sebelum waktu pendaftaran ditutup. Sosok Moussa diketahui pernah memimpin kampanye pilpres Al-Sisi sebelum dia mendaftar jadi kandidat capres. Dia telah menyangkal tudingan dirinya adalah 'boneka' Al-Sisi.

Lawan-lawan Al-Sisi lainnya gagal mencalonkan diri, termasuk mantan kepala staf militer Sami Anan yang ditahan pada Januari lalu, setelah dia mendeklarasikan diri maju pilpres. Militer Mesir menyatakan mantan jenderal itu melanggar hukum dengan mendeklarasikan diri secara ilegal.

Dalam wawancara dengan televisi Mesir pekan lalu, Al-Sisi menyatakan kurangnya lawan yang serius dalam pilpres ini, bukan disebabkan oleh dirinya. "Saya harap kita memiliki satu, atau dua, atau tiga, atau sepuluh orang-orang terbaik dan Anda memilih siapa saja yang Anda inginkan," ucapnya.

Al-Sisi menjabat periode pertama setelah menang pilpres tahun 2014, atau setahun usai dia melengserkan Mohamed Morsi dari kursi Presiden Mesir dalam kudeta militer. Hal itu menindaklanjuti unjuk rasa besar-besaran menyerukan pengunduran diri Morsi saat itu.


Untuk pilpres kali ini yang berlangsung selama 3 hari, tercatat ada sekitar 60 juta warga Mesir yang terdaftar untuk memilih. Hasil resmi pilpres akan diumumkan pada 2 April mendatang.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed