DetikNews
Jumat 23 Maret 2018, 18:33 WIB

Trump Copot Penasihat Keamanan, Penggantinya Keras pada Korut

Novi Christiastuti - detikNews
Trump Copot Penasihat Keamanan, Penggantinya Keras pada Korut Eks Dubes AS untuk PBB, John Bolton, ditunjuk Trump menjadi Penasihat Keamanan Nasional yang baru (REUTERS/Joshua Roberts/File Photo)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali merombak tim kebijakan luar negerinya. Dia mencopot Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih HR McMaster dan menggantinya dengan mantan Duta Besar AS untuk PBB John Bolton, yang dikenal keras terhadap Korea Utara (Korut) dan Iran.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (23/3/2018), penunjukan Bolton (69) ini memicu kritikan dari kalangan Partai Demokrat dan diperkirakan akan memicu kekhawatiran di kawasan Asia. Terlebih diketahui Trump dijadwalkan bertemu langsung dengan pemimpin Korut Kim Jong-Un pada Mei mendatang.

Trump mengumumkan penggantian posisi Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih ini via akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, pada Kamis (22/3) waktu setempat.

"Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa, efektif 4/9/18 (9 April 2018-red), @AmbJohnBolton akan menjadi Penasihat Keamanan Nasional saya yang baru," ucap Trump via Twitter, sembari me-mention akun Twitter Bolton.


"Saya sangat berterima kasih atas jasa Jenderal HR McMaster yang telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dan akan selalu menjadi teman saya," imbuhnya. Trump menambahkan bahwa serah terima jabatan antara McMaster (55) dan Bolton akan dilakukan pada 9 April mendatang.

McMaster ditunjuk menjadi Penasihat Keamanan Nasional menggantikan Michael Flynn yang dipecat Februari tahun lalu, terkait komunikasi diam-diam dengan Rusia. Keberadaan McMaster di Gedung Putih sejak awal diprediksi tidak akan lama. Trump sering bergesekan dengan McMaster dalam sejumlah isu. Keduanya, menurut beberapa penasihat, kerap bersitegang dalam rapat dan Trump sudah sejak lama mencari penggantinya.

Gedung Putih menyatakan Trump dan McMaster 'sama-sama sepakat' bahwa McMaster akan meninggalkan Gedung Putih.




Sementara itu, sosok John Bolton yang dipilih Trump untuk menggantikan McMaster menuai reaksi negatif. Beberapa anggota Kongres AS mempertanyakan alasan Trump menempatkan Bolton di posisi kritis untuk Gedung Putih dan pemerintah AS.

"Ini bukanlah pilihan yang bijaksana. Bolton tidak memiliki perangai atau pertimbangan untuk menjadi seorang Penasihat Keamanan Nasional yang efektif," sebut Senator Partai Demokrat, Jack Reed, dalam pernyataannya.

Bolton yang pernah disebut Korut sebagai 'manusia sampah' ini menjabat Duta Besar AS untuk PBB pada era Presiden George W Bush. Sebelum itu, dia menjabat Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pengendalian Senjata dan Urusan Keamanan Internasional, juga di bawah Bush. Dia menjadi sosok yang mendukung invasi AS ke Irak tahun 2003, yang akhirnya terungkap didasari informasi intelijen palsu dan berlebihan soal keberadaan senjata pemusnah massal milik mendiang Saddam Hussein dan keterkaitannya dengan terorisme.


Tidak hanya itu, Bolton juga diketahui sejak lama mendukung perubahan rezim di Korut. Bahkan beberapa waktu lalu, dia menyarankan pemerintah AS untuk mengambil opsi serangan militer terhadap Korut. Soal rencana pertemuan Trump dan Kim Jong-Un, Bolton menyebutnya sebagai kesempatan yang baik untuk menyampaikan ancaman aksi militer ke Korut.

Untuk isu Iran, Bolton menyebut kesepakatan nuklir yang tercapai pada era Presiden Barack Obama sebagai 'kesalahan besar' dan 'perlu untuk dicabut'. Sedangkan menyikapi Rusia, Bolton pernah menyerukan langkah penangkalan yang efektif untuk melawan perang siber yang dilakukan pemerintahan Vladimir Putin.

"Ini kabar yang mengkhawatirkan," ucap anggota parlemen konservatif Korea Selatan (Korsel) Kim Hack-Yong, menanggapi penunjukan Bolton ini. "Korea Utara dan Amerika Serikat perlu berdialog tapi ini hanya mengobarkan kekhawatiran soal apakah dialog sungguh akan terjadi," imbuh Kim yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Pertahanan pada parlemen Korsel.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed