DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 18:12 WIB

Bayi Harimau dan Jaguar Hitam Diselundupkan dalam Kotak ke AS

Aditya Mardiastuti - detikNews
Bayi Harimau dan Jaguar Hitam Diselundupkan dalam Kotak ke AS Bayi harimau yang diselundupkan di dalam kotak (Foto: dok. NBC)
Meksiko - Dua bayi harimau Benggala dan jaguar hitam ditemukan di Bandara Internasional Tijuana, Meksiko dekat perbatasan Amerika Serikat (AS), pekan ini. Otoritas Meksiko mengkonfirmasi jika kedua satwa dilindungi itu diselundupkan dalam kotak.

Dilansir NBC, Kamis (22/3/2018), sebuah buletin yang dirilis polisi federal di Meksiko mengatakan bayi satwa yang diselundupan itu merupakan jenis harimau Benggala dan jaguar hitam. Keduanya ditemukan di dalam kotak kayu di sekitar area bandara. Kotak itu ditemukan di lokasi tempat paket-paket didistribusikan tiap hari.

Kedua bayi satwa itu ditemukan saat petugas melakukan operasi rutin untuk pemeriksaan obat-obatan terlarang, dan barang-barang lain yang diduga diselundupkan. Pihak otoritas mengatakan bayi-bayi satwa liar itu dikirim dari Meksiko, namun yang mencurigakan tiap kotak itu tidak mencantumkan keterangan dari mana mereka berasal, atau ke mana mereka akan dikirimkan.
Bayi harimau dan jaguar hitam yang diselundupkan dalam kotakBayi harimau dan jaguar hitam yang diselundupkan dalam kotak (Foto: Screeenshot NBC)

Pengiriman bayi satwa liar itu diduga melanggar hukum perlindungan satwa negara tersebut. Sampai saat ini, tidak jelas ke mana bayi satwa ini akan dirawat.

Belum diketahui pasti siapa pelaku yang menyelundupkan dua bayi satwa liar ini. Otoritas setempat belum menangkap satu tersangka pun terkait kasus ini.

Kasus serupa namun tidak terkait, terjadi pada akhir Agustus tahun lalu. Saat itu, seekor bayi harimau berusia 6 minggu ditemukan petugas Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai Amerika Serikat (CBP) di Pelabuhan Otay Mesa, di wilayah San Diego, AS. Bayi harimau itu ditemukan disembunyikan di belakang kursi mobil yang dikendarai remaja asal California Selatan, Luis Euduro Valencia (18).


Valencia dicegat saat akan masuk ke AS dari Meksiko. Dia mengklaim bayi harimau itu sebagai kucing rumahan, dan memberikan petugas CBP nota pembelian yang menyatakan keterangan palsu tentang kucing tersebut.

Pengacara Valencia mengatakan remaja itu berharap untuk memelihara bayi harimau itu sebagai binatang peliharaan. Tapi jaksa mengatakan dari petunjuk di ponsel Valensia menunjukkan bahwa dia tengah melarikan diri dan menyelundupkan satwa. Dari ponselnya, diketahui bahwa Valencia telah sesumbar untuk mendapatkan ribuan dollar dari penjualan satwa liar itu.

Akhir Februari ini, Valencia divonis enam bulan penjara untuk kasus penyelundupan bayi harimau benggala itu. Harimau yang kemudian diberi nama Moka itu kemudian diambil alih oleh Layanan Perikanan dan Satwa Liar Amerika Serikat, dan kini dia tinggal di Taman Safari San Diego.


(ams/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed