DetikNews
Senin 19 Maret 2018, 07:13 WIB

Putin: Omong Kosong Kalau Rusia Racuni Eks Mata-mata

Faiq Hidayat - detikNews
Putin: Omong Kosong Kalau Rusia Racuni Eks Mata-mata Foto: Presinde Rusia Vladimir Putin (Alexander Zemlianichenko/POOL via Reuters)
Rusia - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pemerintah Rusia yang meracuni mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya adalah omong kosong. Saat ini keduanya dirawat di Rumah Sakit Inggris.

Dilansir dari laman Reuters, Senin (19/3/2018), otoritas Inggris menyatakan bahwa Yulia dan ayahnya diracun dengan gas saraf jenis Novichok. Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan Rusia menggunakan gas beracun tersebut untuk membunuh.

Namun Putin tidak mengatakan lebih detail mengenai peristiwa itu. Dia menyatakan tuduhan Rusia yang telah melakukan pembunuhan adalah salah.

"Sedangkan untuk tragedi yang Anda (Inggris) sebutkan, saya mengetahuinya dari media. Hal yang masuk dalam pikiranku adalah jika gas itu masuk dalam tubuhnya, orang-orang di sekitarnya akan mati di tempat," kata Putin kepada wartawan.



"Kedua, Rusia tidak memiliki gas beracun semacam itu. Kami sudah menghancurkan semua senjata kimia kami di bawah pengawasan organisasi internasional, dan kami melakukannya terlebih dahulu, tidak seperti beberapa mitra kami yang berjanji untuk melakukannya, tapi sayangnya tidak menepati janji mereka," kata Putin.

Meski mengalami ketegangan, Putin mengatakan Rusia siap untuk bekerja sama dengan Inggris.

"Kami siap untuk bekerja sama, kami mengatakan kami siap untuk mengambil bagian dalam penyelidikan yang diperlukan, tapi untuk itu perlu ada keinginan dari pihak lain, dan kami belum melihat hal itu. Tapi kami tidak mengambilnya dari agenda, usaha bersama."

"Secara keseluruhan, tentu saja, saya pikir orang yang pintar akan mengerti bahwa itu adalah sampah, omong kosong, omong kosong, bagi Rusia untuk memulai petualangan seperti itu menjelang pemilihan presiden. Itu tidak terpikirkan. " Putin berbicara hal itu setelah memenangkan pemilihan presiden.



Pejabat Inggris mengatakan Moskow bersalah atas keracunan tersebut dan mengusir 23 diplomat Rusia yang berada di London, Inggris.

[Gambas:Video 20detik]


(fai/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed