Pistol Guru di AS Tiba-tiba Meletus di Kelas, 1 Siswa Terluka

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 15 Mar 2018 12:44 WIB
Ilustrasi (AFP Photo/Joshua Lott)
California - Pistol yang dibawa seorang guru di California, Amerika Serikat (AS), tiba-tiba meletus di dalam ruang kelas. Sedikitnya satu siswa terluka akibat insiden ini.

Seperti dilansir AFP, Kamis (15/3/2018), seorang guru pada Seaside High School di Monterey County, California, bernama Dennis Alexander yang juga seorang polisi pembantu (reserve police officer) tidak sengaja menembaknya pistol tangan semi-otomatis yang dibawanya.

Insiden ini terjadi saat sedang digelar kelas keselamatan senjata api di sekolah menengah di California itu. Saat itu, Alexander sedang mengarahkan senjatanya ke langit-langit ruang kelas setempat.


Dituturkan Kepala Kepolisian Seaside, Abdul Pridgen, tidak ada yang terkena langsung tembakan itu dan tidak ada yang mengalami luka serius. Pridgen menyebut satu siswa mengalami luka ringan dalam insiden ini. Namun media lokal melaporkan tiga siswa remaja terkena serpihan langit-langit.

"Satu siswa mengalami luka gores di lehernya, bekasnya berwarna merah. Ketika peluru mengenai langit-langit, sejumlah puing jatuh. Kami tidak mengkonfirmasi dua orang lainnya," ucap komandan polisi Seaside, Judy Veloz, kepada AFP.

"Tidak terjadi kepanikan di sekolah. Sang guru telah mendapat cuti administratif. Kami masih menyelidiki, menanyai murid-murid. Sekolah tetap berjalan seperti biasa," imbuhnya.


Ayah siswa yang luka-luka, Fermin Gonzales, menyebut sang guru sedang memperagakan cara melucuti seseorang yang membawa senjata. Ketika insiden ini terjadi, sang guru sedang memeriksa apakah senjatanya terisi peluru.

"Ini hal paling gila," cetus Gonzales, sembari menyebut luka gores pada leher putranya terlihat seperti dipicu oleh serpihan peluru.

Dalam pernyataan terpisah, Otoritas Distrik Sekolah Monterey Peninsula menyatakan hanya penegak hukum atau personel keamanan yang berhak memiliki dan membawa senjata di lingkungan sekolah. Sang guru, Alexander, sendiri mengajar matematika di sekolah menengah itu selain bertugas sebagai polisi pembantu di Kepolisian Sand City.

(nvc/ita)