DetikNews
Rabu 14 Maret 2018, 20:41 WIB

Inggris Usir 23 Diplomat Rusia Terkait Upaya Pembunuhan Eks Mata-mata

Novi Christiastuti - detikNews
Inggris Usir 23 Diplomat Rusia Terkait Upaya Pembunuhan Eks Mata-mata PM Inggris Theresa May (AFP Photo/Justin Tallis)
London - Selain menyatakan Rusia patut disalahkan, Perdana Menteri Inggris Theresa May juga menegaskan akan mengusir diplomat Rusia terkait kasus percobaan pembunuhan eks mata-mata Sergei Skripal. Setidaknya ada 23 diplomat Rusia yang harus angkat kaki dari Inggris.

"Di bawah Konvensi Wina, Inggris sekarang akan mengusir 23 diplomat yang telah diidentifikasi sebagai pejabat intelijen yang tidak dilaporkan," ucap PM May saat berbicara di hadapan parlemen Inggris, seperti dilansir AFP, Rabu (14/3/2018).

"Mereka punya waktu satu minggu untuk pergi," imbuhnya.


PM May menyinggung kasus pembunuhan mantan agen intelijen Rusia, Alexander Litvinenko, yang tewas keracunan. Litvinenko tewas sekitar seminggu usai minum teh yang dicampur zat radioaktif tahun 2006 lalu. Kematian Litvinenko dibandingkan dengan insiden yang dialami Skripal.

Penyelidikan menyimpulkan bahwa pembunuhan Litvinenko kemungkinan dilakukan dengan persetujuan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Rusia telah membantahnya. Buntut dari kasus Litvinenko, Inggris mengusir empat diplomat Rusia.

Skripal (66) dan putrinya, Yulia (33), masih kritis di rumah sakit usai ditemukan tak sadarkan diri di Salisbury, Inggris bagian selatan pada 4 Maret lalu. Otoritas Inggris telah menyatakan keduanya diracun dengan gas saraf jenis Novichok. Insiden ini diselidiki sebagai percobaan pembunuhan.


PM May sebelumnya menyatakan Rusia patut disalahkan atas percobaan pembunuhan terhadap Skripal dan putrinya. Pengusiran 23 diplomat Rusia terkait kasus Skripal ini akan menjadi yang terbesar di Inggris dalam beberapa dekade terakhir.

"Ini akan menjadi pengusiran tunggal terbesar dalam 30 tahun dan merefleksikan fakta bahwa ini bukan pertama kalinya negara Rusia bertindak melawan negara kita," sebut PM May.

"Melalui pengusiran ini kita akan mendegradasi secara mendasar kemampuan intelijen Rusia di Inggris untuk beberapa tahun ke depan. Dan jika mereka berupaya membangunnya kembali, kita akan mencegah mereka melakukannya," tegasnya.

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/bpn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed