DetikNews
Rabu 14 Maret 2018, 18:36 WIB

FBI Coba Temui Wanita Penghibur yang Akui Punya Info Trump-Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
FBI Coba Temui Wanita Penghibur yang Akui Punya Info Trump-Rusia Anastasia Vashukevich (Instagram/@nastya_rybka.ru)
Bangkok - Agen Biro Investigasi Federal (FBI) mencoba bertemu dengan wanita penghibur asal Belarusia, yang mengaku punya informasi soal keterkaitan antara Rusia dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Wanita penghibur ini tengah ditahan otoritas Thailand.

Seperti dilansir CNN, Rabu (14/3/2018), wanita penghibur bernama Anastasia Vashukevich alias Nastya Rybka ini, ditahan di Thailand terkait kelas pelatihan seks yang terbongkar di Pattaya. Dia ditahan bersama kekasih dan mentornya, Alexander Kirilov, yang menyebut diri sebagai 'guru seks'.

Bulan lalu, Vashukevich dan Kirilov mengirimkan surat tulisan tangan ke Kedutaan Besar AS di Bangkok, yang isinya meminta tolong untuk membebaskan mereka sebagai pertukaran dengan informasi soal dugaan Rusia mencampuri pemilihan presiden (pilpres) AS.


Seorang pejabat senior Thailand mengatakan, sejumlah agen FBI pernah menghubungi Departemen Imigrasi Thailand pekan lalu. Dalam komunikasi itu, FBI berusaha mengupayakan pertemuan dengan Vashukevich dan Kirilov. Namun permintaan FBI itu ditolak oleh otoritas Thailand. Alasannya, hanya kuasa hukum resmi dan anggota keluarga para tahanan yang memiliki akses untuk bertemu.

Saat ditanyai soal upaya FBI menemui Vashukevich, juru bicara Kedubes AS di Bangkok meminta CNN untuk kembali mencermati pernyataan mereka yang dirilis pekan lalu. "Kami menyadari berbagai laporan media soal penangkapan individu ini. Dia (Vashukevich-red) bukan warga negara AS, dan kami meminta Anda menghubungi penegak hukum Thailand untuk pertanyaan lebih lanjut," demikian pernyataan Kedubes AS pekan lalu.

Usai ditangkap pada Februari lalu, Vashukevich melalui postingan Instagram mengakui dirinya punya informasi soal keterkaitan Rusia dan Trump. Dia juga menyebut penangkapan dirinya di Thailand merupakan upaya yang didalangi Rusia untuk membungkamnya.


Vashukevich mengklaim dirinya punya bukti intervensi Rusia pada pilpres AS dalam bentuk sebuah rekaman audio berdurasi lebih dari satu jam dan sejumlah foto pertemuan, entah antara siapa dengan siapa. Rekaman audio dan foto itu belum pernah diungkap ke publik sebelumnya.

Vashukevich mengaku pernah menjadi wanita simpanan miliarder Rusia, Oleg Deripaska. Klaim ini telah dibantah Deripaska. Nama Vashukevich mencuat setelah dia memposting rekaman pertemuan antara Deripaska dan Wakil Perdana Menteri Rusia Sergey Prikhodko tahun 2016 lalu, via media sosial. Pertemuan yang digelar di yacht pribadi itu membahas hubungan buruk Rusia dengan AS.

Dalam keterangannya, Vashukevich mengaku pernah menyaksikan sejumlah pertemuan antara Deripaska dengan sedikitnya tiga warga AS yang tidak disebut namanya. Pertemuan berlangsung pada tahun 2016 dan 2017 lalu.


Deripaska sendiri menjadi salah satu subjek intrik politik di AS, karena kedekatannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Deripaska merupakan bekas rekan bisnis Paul Manafort, mantan ketua tim kampanye Trump yang kini terjerat berbagai kasus pidana. Manafort diketahui pernah bekerja untuk Deripaska dengan membantu investasi dan menjadi konsultannya, sekitar satu dekade lalu.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed