DetikNews
Senin 12 Maret 2018, 18:02 WIB

Putin Akui Pernah Perintahkan Tembak Jatuh Pesawat Maskapai Turki

Novi Christiastuti - detikNews
Putin Akui Pernah Perintahkan Tembak Jatuh Pesawat Maskapai Turki Vladimir Putin (Sputnik/Alexei Druzhinin/Kremlin via REUTERS)
Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui pernah meminta sebuah pesawat penumpang ditembak jatuh tahun 2014. Saat itu pesawat diduga membawa bom yang ditargetkan untuk Olimpiade Musim Dingin di Sochi.

Seperti dilansir Reuters, Senin (12/3/2018), pengakuan Putin ini disampaikan dalam film dokumenter berdurasi 2 jam berjudul 'Putin' yang bisa diakses via media sosial Rusia. Tayangan dokumenter itu ditampilkan pada Minggu (11/3) waktu setempat.

Menurut dokumenter itu, Putin memberitahu reporter Andrey Kondrashov bahwa hal ini berawal saat dia menerima telepon dari otoritas keamanan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin di Sochi pada 7 Februari 2014 lalu. Telepon diterima saat sebelum upacara pembukaan dilakukan.

"Saya diberitahu: ada sebuah pesawat yang terbang dari Ukraine ke Istanbul dibajak, pelakunya meminta pesawat mendarat di Sochi," ucap Putin dalam dokumenter yang telah ditonton Reuters itu.


Pesawat yang dibajak itu disebut sebagai pesawat jenis Boeing 737-800 milik maskapai Turki, Pegasus Airlines, yang terbang dari Kharkiv di Ukraina menuju Istanbul di Turki. Disebutkan Kondrashov dalam dokumenter itu bahwa salah satu penumpang pesawat itu dilaporkan membawa bom dan pesawat diminta mengalihkan penerbangan ke Sochi, Rusia.

Ada 110 penumpang di dalam pesawat itu. Sementara 40 ribu orang dilaporkan telah memenuhi stadion di Sochi untuk menonton pembukaan Olimpiade Musim Dingin saat itu. Melihat situasi ini, Putin meminta nasihat pada jajaran pejabat keamanan Rusia. Putin lantas diberitahu rencana darurat untuk situasi semacam ini. Rencana darurat itu adalah menembak jatuh pesawat.

"Saya memberitahu mereka: bertindaklah sesuai rencana," ujar Putin dalam dokumenter itu.


Sesaat usai memerintahkan penembakan jatuh pesawat penumpang itu, Putin hadir di lokasi pembukaan Olimpiade Musim Dingin dengan para pejabat Komisi Olimpiade Internasional (OIC). Beberapa menit kemudian, Putin kembali menerima telepon dari pejabatnya. Ancaman bom pada pesawat Turki itu ternyata ancaman palsu. Penumpang yang dicurigai membawa bom ternyata mabuk.

Pesawat itu tidak jadi ditembak jatuh dan melanjutkan penerbangan ke Turki.

Saat ditanya lebih lanjut oleh Kondrashov soal bagaimana perasaannya saat itu, Putin menjawab: "Saya lebih baik tidak membahasnya."

Pada Minggu (11/3) waktu setempat, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, membenarkan pengakuan Putin dalam dokumenter itu. Film dokumenter ini dirilis sekitar seminggu sebelum pilpres Rusia digelar, dengan Putin diprediksi menang mudah.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed