DetikNews
Sabtu 10 Maret 2018, 16:18 WIB

Pesan Diplomat Veteran AS ke Trump: Korut Bukan Reality Show

Novi Christiastuti - detikNews
Pesan Diplomat Veteran AS ke Trump: Korut Bukan Reality Show Kim Jong-Un dan Donald Trump (KCNA handout dan REUTERS/Lucas Jackson)
Washington DC - Mantan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Bill Richardson, punya pesan khusus untuk Presiden AS Donald Trump. Pesan khusus ini terkait rencana pertemuan Trump dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un.

Richardson merupakan diplomat ulung AS yang telah berunding dengan banyak pemimpin negara pariah, mulai dari Saddam Hussein, diktator militer Myanmar hingga mantan pemimpin Korut Kim Jong-Il, ayah Kim Jong-Un. Richardson telah beberapa kali berkunjung ke Korut.


Dalam wawancara dengan AFP, Sabtu (10/3/2018), Richardson yang tinggal di New Mexico, AS usai pensiun, menyampaikan beberapa pesan dan nasihat untuk Trump. Richardson menyarankan Trump untuk membentuk tim dan menyusun strategi sebelum bertemu Kim Jong-Un. Rencananya pertemuan bersejarah Trump dan Kim Jong-Un akan digelar pada akhir Mei mendatang. Lokasi pertemuan belum ditentukan.

"Saya luar biasa terkejut. Ini sungguh pertaruhan besar, risiko besar, tapi layak diambil... Hal-hal tidak bisa lebih buruk lagi dibanding sekarang soal hubungan dan ketegangan di Semenanjung Korea," sebut Richardson.

"Ini kesempatan sungguhan... Saya khawatir soal ketidaksiapan dan kurang disiplinnya presiden (Trump). Tapi saya memujinya untuk langkah sangat berani dalam menerima undangan (Kim Jong-Un)," imbuhnya.


"Tapi ini bukan 'The Apprentice' atau reality show televisi. Ini sebuah perundingan dengan seorang pemimpin yang tidak bisa ditebak yang memiliki sedikitnya 20 senjata nuklir dan yang mengancam Amerika Serikat," tegas Richardson berpesan untuk Trump.

Lebih lanjut, Richardson mengingatkan bahwa setiap kesepakatan butuh waktu panjang untuk dicapai. Terlebih dalam situasi ini, yang terjadi adalah diplomasi tidak biasa yang bukan dari bawah ke atas. Dia menegaskan agar target denuklirisasi dipegang teguh.

"Kita harus bisa memastikan bahwa kita tidak jatuh ke dalam perangkap yang dipersiapkan Korea Utara, yang sangat ahli dalam merundingan kesepakatan dan kemudian menarik diri," ucap Richardson mengingatkan.


Kekhawatiran utama Richardson adalah Trump mengambil keputusan sendiri berdasarkan pengalaman dan intuisinya, tanpa menyusun rencana dan strategi khusus dalam menghadapi Korut. "Ini bukan reality show TV, tapi perundingan besar soal krisis keamanan nasional terpanas di dunia saat ini," tegasnya.

"Hal tercerdas yang harus dilakukan Presiden Trump adalah, dia harus menghubungi Presiden (George W) Bush dan Presiden (Bill) Clinton, dan meminta bantuan kepakaran mereka. Dia tidak seharusnya melakukannya sendiri," imbuh Richardson.


(nvc/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed