Trump dan Kim Jong-Un Akan Bertemu, Rusia: Langkah ke Arah yang Benar

Trump dan Kim Jong-Un Akan Bertemu, Rusia: Langkah ke Arah yang Benar

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 09 Mar 2018 20:09 WIB
Trump dan Kim Jong-Un Akan Bertemu, Rusia: Langkah ke Arah yang Benar
Kim Jong-Un dan Donald Trump (KCNA handout dan REUTERS/Lucas Jackson)
Addis Ababa - Otoritas Rusia memuji rencana pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un membahas denuklirisasi. Rusia menyebutnya sebagai 'sebuah langkah ke arah yang benar'.

"Kami sungguh mengharapkan pertemuan ini sungguh akan terjadi," ucap Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, seperti dilansir AFP, Jumat (9/3/2018). Hal ini disampaikannya usai bertemu dengan Ketua Uni Afrika Moussa Faki Mahamat di markas Uni Afrika di Addis Ababa, Ethiopia.

"Tentu, (pertemuan) ini diperlukan untuk menormalisasi situasi di Semenanjung Korea," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lavrov mengomentar pengumuman pejabat tinggi Korea Selatan (Korsel), Chung Eui-Yong, di halaman Gedung Putih pada Kamis (8/3) waktu setempat. Tanpa didampingi pejabat AS, Chung mengumumkan kesediaan Trump menerima undangan Kim Jong-Un untuk bertemu langsung. Pertemuan itu disebut Chung, akan digelar pada akhir Mei mendatang.

Gedung Putih telah mengkonfirmasi rencana pertemuan ini, namun menyebut waktu dan lokasi pertemuan belum ditentukan. Rencana pertemuan Trump dan Kim Jong-Un ini, jika memang terwujud, akan menjadi momen bersejarah luar biasa. Melalui Twitter, Trump menyatakan 'sebuah pertemuan sedang direncanakan' antara dirinya dan Kim Jong-Un.

Dalam keterangan terpisah, Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, mengungkapkan bahwa keputusan untuk bertemu Kim Jong-Un diambil sendiri oleh Trump. Tillerson menyebut perencanaan pertemuan itu akan memakan waktu 'beberapa minggu'.

"Itu adalah keputusan yang diambil sendiri oleh presiden (Trump). Saya berbicara dengannya pagi ini soal keputusan itu dan kami bercakap dengan sangat baik," ucap Tillerson di sela-sela kunjungannya ke Djibouti, Afrika Timur.


"Presiden Trump telah menyatakan selama beberapa waktu terakhir bahwa dirinya terbuka untuk berdialog dan dia akan bersedia bertemu dengan Kim ketika situasinya tepat. Dan saya pikir pertimbangan presiden saat itu telah terwujud sekarang," imbuhnya.

Lebih lanjut, Tillerson menyebut otoritas AS terkejut pada perubahan 'dramatis' sikap Kim Jong-Un, dari yang tadinya enggan membahas denuklirisasi menjadi sebaliknya. Menurut Tillerson, hal ini menjadi indikasi terkuat yang menunjukkan 'tidak hanya kesediaan, tapi juga keinginan (Kim Jong-Un) untuk berdialog'.

(nvc/bpn)


Berita Terkait