Eks Agen Rusia Diracun, Mata-mata Cantik Ini Hapus Postingan Medsos

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 09 Mar 2018 11:28 WIB
Foto Anna Chapman dalam Instagram-nya (Instagram/@anya.chapman)
Moskow - Mata-mata cantik Rusia, Anna Chapman, kembali menjadi sorotan saat eks mata-mata Rusia lainnya, Sergei Skripal, kritis di rumah sakit usai diracun di Inggris. Yang terbaru, Chapman menghapus postingan Instagramnya saat kasus Skripal mencuat. Kenapa?

Seperti dilaporkan media Inggris, Express.co.uk, Jumat (9/3/2018), Chapman yang kini berbisnis fashion dan menjadi presenter televisi di Rusia belum memberikan komentar terkait insiden yang melanda Skripal dan putrinya, Yulia, yang diduga diracun gas saraf pada Minggu (4/3) waktu setempat.

Namun Chapman sempat memuat postingan terbaru pada akun Instagramnya, @anya.chapman, pada Selasa (6/3) waktu setempat. Postingan itu membahas soal 'All-Russian gourmet day'. Berbagai media termasuk Express.co.uk melaporkan postingan itu telah dihapus oleh Chapman.

"Penggemar hidangan gastronomi memiliki hari libur sendiri, merayakannya pada 6 Maret -- All-Russian gourmet day," tulis Chapman pada postingan yang telah dihapus itu.


"Jadi orang-orang di Rusia menganggap gourmand (penggemar makanan) merupakan orang yang menjadi connoisseur (pengkritik makanan) yang lembut untuk hidangan lezat. Faktanya, kata Prancis gourmand berarti orang yang gemar makan banyak makanan enak sementara connoisseur yang memahami kepelikan hidangan bercita rasa tinggi disebut gourmet (pencicip hidangan)," tulis Chapman yang kini menjadi ahli propaganda untuk Kremlin.

"Bagaimana dan kenapa ada penggantian konsep seperti ini sulit untuk dijelaskan, tapi tampaknya bagi saya, ini adalah trik dari para Slav (orang Eropa Timur yang berbicara bahasa Slavic), yang selalu suka makan banyak," ucapnya via Instagram kepada 108 ribu follower-nya. "Jenis makanan atau hidangan seperti apa yang kalian suka?" tanya Chapman dalam postingan itu.

Sepintas isi postingan itu memang tidak ada kaitan langsung dengan Skripal. Namun diketahui bahwa Skripal dan putrinya ditemukan tak sadarkan diri di sebuah bangku dekat pusat perbelanjaan usai makan di sebuah restoran di Salibury pada Minggu (4/3) waktu setempat. Restoran bernama Zizzi itu telah digaris polisi saat ini, meskipun belum diketahui pasti di mana Skripal dan putrinya diracun.


Tidak diketahui juga alasan Chapman menghapus postingan itu. Sejumlah komentar netizen menyebut postingan Chapman soal makanan itu 'kurang sensitif' di tengah ramainya pemberitaan soal insiden yang dialami Skripal.

Chapman hidup nyaman di Rusia usai ditangkap otoritas Amerika Serikat (AS) bersama 9 agen rahasia Rusia lainnya tahun 2010. Chapman sempat menjadi pemberitaan media internasional karena parasnya yang cantik dan kemampuan intelijennya yang mumpuni. Saat masih menjadi mata-mata di AS, Chapman berdalih bekerja sebagai agen real estate di New York sembari menjaring informasi intelijen bagi Rusia.

Diketahui juga bahwa Chapman merupakan salah satu mata-mata Rusia yang ditukarkan dengan Skripal tahun 2010 lalu. Pertukaran itu dilakukan antara AS bersama Inggris dan Rusia di Bandara Wina, Austria. Skripal sendiri ditangkap Rusia tahun 2004, usai terungkap menjadi agen ganda untuk Rusia dan Inggris. Rusia menanggap Skripal sebagai pengkhianat.

(nvc/nkn)