Cegah Konflik Agama Meluas, Pemerintah Sri Lanka Blokir Facebook

Cegah Konflik Agama Meluas, Pemerintah Sri Lanka Blokir Facebook

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kamis, 08 Mar 2018 03:20 WIB
Cegah Konflik Agama Meluas, Pemerintah Sri Lanka Blokir Facebook
Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta - Pemerintah Sri Lanka memblokir sejumlah media sosial, termasuk Facebook akibat buntut konflik agama. Kebijakan itu diambil guna mencegah penyerangan massal kepada umat muslim setempat.

Dilansir Reuters, kebijakan tersebut diambil pemerintah Sri Lanka pada Rabu (7/3/2018) waktu setempat. Tensi antara komunitas Buddha dan muslim di Sri Lanka memang meninggi dalam beberapa tahun belakangan.


Sejumlah kelompok Buddha garis keras menuduh sekelompok muslim memaksa orang untuk masuk Islam. Mereka juga menuduh muslim merusak situs arkeologi Buddha. Kelompok muslim telah menyangkal tuduhan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelompok Buddha juga memprotes kehadiran etnis Rohingya Sri Lanka yang mencari suaka. Massa Buddha di Sri Lanka melakukan penyerangan terhadap masjid dan bisnis-bisnis milik umat Islam. Presiden Maithripala Sirisena menetapkan keadaan darurat selama tujuh hari untuk mengendalikan kekerasan tersebut.

Juru Bicara kepolisian setempat, Ruwan Gunasekara mengatakan, ada beberapa insiden pada Selasa (6/3) malam kemarin di daerah Kandy, Sri Lanka. Polisi telah melakukan penangkapan terhadap 7 orang terkait kerusuhan itu.

"Polisi menangkap tujuh orang. Tiga petugas polisi terluka dalam insiden tersebut," katanya kepada Reuters.

Meski demikian, tidak ada informasi soal berapa banyak warga lokal yang jadi korban luka insiden tersebut.

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/gbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads