Dilansir dari AFP, Sabtu (3/3/2018), wanita tersebut ingin menghemat waktunya. Dia mendapatkan tiket pada Selasa (27/2) lalu oleh inspektur di Stasiun Concorde dekat galeri seni Louvre.
"Bravo untuk keributan ini," ujar pasangan wanita tersebut di akun Twitternya, dengan sarkas seraya menyertakan foto denda tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari BBC, wanita bernama Lucile itu berpikir petunjuk arah itu hanya untuk memudahkan orang agar tidak tersesat di sepanjang koridor.
"Saya hanya seorang diri di koridor itu ketika mereka menyetop saya. Ini tidak bisa diterima. Kami membayar 75 euro per bulan untuk layanan yang tidak selalu berjalan, dan koridor kereta yang kumuh," katanya.
60€ d'amende sans préavis pour une femme enceinte qui prend un couloir à contre-sens. Bravo pour ce racket facile. Par contre il y a toujours autant de mendiants réguliers, de fraudeurs sans tickets, de pickpockets... cc: @le_Parisien @lemondefr #TransportsIDF @Ligne1_RATP pic.twitter.com/OUCfDqHIbe
— Nicolas MATTIOCCO (@MaKyOtOx) February 27, 2018
Juru bicara operator metro Paris RATP (Perusahaan Kereta Api Prancis) tetap bertahan dengan penalti tersebut. Menurutnya, sistem satu arah sudah ditandai dengan jelas dan ditujukan untuk menghindari 'insiden' dan mengendalikan arus penumpang.
Bagaimanapun juga, dia menambahkan tiket denda untuk pelanggaran tersebut jarang terjadi. Dia juga mempersilahkan inspektur RATP untuk menerapkan penalti tersebut atau tidaknya.
Michel Babut dari grup penumpang terkemuka FNAUT menyebut denda tersebut 'benar-benar bodoh', dan menambahkan bahwa peraturan perlu diubah.
"Ini adalah penyimpangan total," katanya kepada AFP.
(ams/nkn)











































