Hal itu disampaikan oleh Duta Besar RI di Kairo, Mesir, Helmy Fauzy dalam sambutannya membuka seminar deradikalisasi dengan tema, "Kenapa Harus Radikal: Masalah dan Solusinya" pada 1 Maret 2018 di Auditorium Sheikh Ibrahim Hamrush Universitas Al-Azhar di Kairo.
"Pemberantasan terorisme tidak bisa dilakukan oleh negara per negara, karena terorisme adalah kejahatan transnasional," kata Helmy Fauzy dalam rilis pers yang diterima detikcom, Jumat (2/3/2018).
Dubes RI menambahkan bahwa di tingkat nasional, Indonesia, generasi muda apalagi mahasiswa Al-Azhar adalah ujung tombak terdepan di dalam melakukan langkah-langkah pencegahan munculnya pemikiran radikal dan meluruskan pemahaman Islam yang diselewengkan, serta mengarah kepada radikalisme.
Foto: KBRI Kairo |
Dalam seminar yang diselenggarakan oleh PCINU Mesir bekerja sama dengan KBRI Kairo dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut, Dubes Helmy Fauzy menghimbau kepada mahasiswa Al-Azhar untuk berpartisipasi di dalam mengkonter berbagai hoax yang mengarah kepada menyebarnya fitnah di media sosial.
Tampil di dalam seminar tersebut sebagai nara sumber adalah: 1) Ahmad Faris Basya, S.S.I, 2) Alfan Chumaidi, Lc, 3) Irjen (Pol) Hamidin, Deputi Bidang Kerja sama luar negeri BNPT, 4) Brigjen (Mar) Yuniar Ludfi, Direktur Perangkat Hukum Internasional, 5) Brigjen (Pol) Hamli, Direktur Pencegahan BNPT.
Seminar sehari tersebut dihadiri juga oleh Pejabat dan Staf KBRI Cairo, Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir. (ita/ita)












































Foto: KBRI Kairo