Disampaikan Kepolisian Kamboja, seperti dilansir media lokal Kamboja, Phnom Penh Post dan Reuters, Rabu (28/2/2018), korban yang diidentifikasi bernama Luch Kean (27) ini ditemukan tewas berlumuran darah, dengan kondisi leher digorok, pada Selasa (27/2) malam waktu setempat.
Korban ditemukan tewas di Lyda Massage Khmer, tempatnya bekerja sebagai tukang pijat. Panti pijat itu berlokasi di Crab Market, Provinsi Kep, Kamboja bagian selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kerja sama yang baik dari warga dan sejumlah penginapan untuk membantu otoritas kita mengidentifikasi tersangka," ujar Kepala Kepolisian Provinsi Kep, Oeng Sam Ol. "Tersangka ditangkap pada Rabu (28/2) dan hanya dibutuhkan 14 jam untuk menangkapnya," imbuhnya.
Pemilik pantai pijat tempat korban bekerja, Vanny Seyha, sedang tidak ada di tempat saat pembunuhan terjadi pada karyawannya. Namun dia menyebut Sanchez sebelumnya datang ke pantai pijat yang sama pada Senin (26/2) dan kembali pada Selasa (27/2) malam untuk minta dipijit oleh korban lagi. Salah satu karyawan panti pijat melihat Sanchez keluar dengan luka gores di lehernya.
Motif pembunuhan ini belum diketahui pasti. Selain membunuh, Sanchez juga diduga berusaha memperkosa korban. Kini Sanchez masih diinterogasi oleh kepolisian setempat. Kepolisian Nasional Kamboja merilis foto Sanchez yang memiliki luka bekas cakaran di leher dan wajahnya. Foto paspor Sanchez pada situs Kepolisian Nasional Kamboja menunjukkan pemuda AS ini berusia 24 tahun.
Pihak Kedutaan Besar AS di Phnom Penh menolak berkomentar atas kasus ini.
(nvc/rna)











































